Minggu, 09 Mei 2021 18:03 WIB

Terpopuler Sepekan

Mengenal Badai Sitokin, Kondisi yang Dialami Raditya Oloan Sebelum Meninggal

Vidya Pinandhita - detikHealth
Joanna Alexandra, Raditya Oloan Raditya Oloan dan Joanna Alexandra. Foto: dok. Instagram
Jakarta -

Suami Joanna Alexandra, Raditya Oloan meninggal dunia pada Kamis (6/5/2021). Setelah sempat terpapar COVID-19 dan mejalani perawatan intensif, Radit disebut mengalami badai sitokin. Ia juga memiliki komorbid asma.

"Kondisinya post covid dengan komorbid asma and he is going through a cytokine storm yang menyebabkan hyper-inflammation in his whole body," tulis Joanna di akun Instagramnya, Selasa (4/5/2021).

Badai sitokin adalah kondisi respons imun tubuh berlebihan, umumnya dipicu oleh infeksi. Sitokin adalah protein yang mengomunikasikan sinyal tubuh untuk merespons infeksi. Jika respons berlebihan pada sistem imun, bisa terjadi hiperinflamasi.

Hingga kini, penyebab badai sitokin belum diketahui pasti. Namun para ahli menduga, sistem kekebalan sendirilah yang menyebabkan kondisi parah pada sebagian pasien. Walhasil, sistem kekebalan yang harusnya bekerja melawan infeksi malah membuat kondisi penyakit yang diidap semakin parah.

"Kami melihat orang-orang sepanjang adanya penyakit ini (COVID-19) tubuhnya merespons dengan hiperinflamasi. Ini adalah aliran sitokin yang memengaruhi paru-paru, jantung, dan ginjal pasien. Kondisi tubuh mereka merespons secara berlebihan ini mirip dengan cara pasien kanker merespons infeksi," kata dokter di RS Houston Methodist, Deepa Gotur, MD, dikutip dari Health, Jumat (7/5/2021).

Studi yang dipublikasi oleh Mediators of Inflammation menyebutkan, badai sitokin bisa menyebabkan penggumpalan darah dari protein yang diproduksi hati. Akibatnya, bisa terjadi kerusakan pada berbagai organ akibat suplai oksigen terganggu.

"Dampaknya organ-organ tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi, berpotensi berujung kegagalan multiorgan. Konsekuensi progresi penyakit menjadi cedera paru-paru akut, sindrom pernapasan akut, dan kematian," lanjutnya.

Kerap disebut mirip flu, berikut gejala badai sitokin:

  • Demam dan menggigil
  • Kelelahan
  • Pembengkakan pada ekstremitas
  • Mual dan muntah
  • Nyeri otot dan persendian
  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Nafas cepat
  • Kejang
  • Getaran
  • Kesulitan mengkoordinasikan gerakan
  • Kebingungan dan halusinasi
  • Kelesuan dan daya tanggap yang buruk


Simak Video "Deteksi Covid-19 Sejak Dini Dapat Kurangi Potensi Badai Sitokin"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)