Senin, 10 Mei 2021 15:00 WIB

Usia 25 Rawan Dicecar 'Kapan Nikah' Saat Lebaran? Santai, Ini Saran Psikolog

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ilustrasi Idul Fitri Tips psikolog untuk menjawab pertanyaan 'kapan nikah' saat kumpul keluarga lebaran. Foto: shutterstock
Jakarta -

Kumpul keluarga saat Lebaran kerap horor bagi kaum muda, tak terkecuali yang tengah menginjak usia 25 tahun. Pasalnya, silaturahmi tatap muka atau via video call tak jarang jadi kesempatan keluarga besar bombardir pertanyaan. Mulai dari template seputar kapan kerja, kapan lulus, hingga yang menyinggung urusan privasi seperti hubungan cinta dan pernikahan.

Psikolog klinis Dessy Ilsanty menjelaskan, adalah normal jika kaum muda merasa tak nyaman menghadapi pertanyaan-pertanyaan tersebut. Namun menurutnya, tak tertutup kemungkinan pertanyaan tersebut terlontar karena niat baik menanyakan kabar atau sekedar basa-basi, terlepas dari niat mengintimidasi.

"Ketika butuh topik yang cepat, terus yang keluar itu saja (template) kalau sudah selesai sekolah, ya menikah. Itu simpelnya. Kalau mau dipikir lebih dalam, kan belum tentu, itu yang ada bukan basa-basi. Mikirnya kelamaan, percakapannya jauh lebih dalam. Menurut fitrahnya, orang basa-basi cepat saja," terangnya dalam program e-Life detikcom, Jumat (7/5/2021).

Menurutnya, pertanyaan ini kerap membuat tak nyaman lantaran keluarga terlihat tidak memahami pilihan hidup anak muda. Anak muda yang baru lulus, dianggap sudah waktunya bekerja. Anak muda yang sudah bekerja, dianggap sudah waktunya menjalani hubungan percintaan yang serius.

Padahal pilihannya belum tentu demikian. Wajar jika kondisi ini menimbulkan rasa tertekan.

Ia harap dengan memahami bahwa pertanyaan ini basa-basi, anak muda bisa lebih santai menanggapinya. Misalnya, dengan merespons basa-basi kembali. Jangan sampai, ketidaknyamanan ini membuat anak muda membatasi momen silaturahmi dengan keluarga.

"Jawaban kita yang kontrol. Kita ditanya apa, kita punya kendali mau jawab apa nggak. Orang mungkin bisa mengorek privasi kita, tapi kuncinya di kita mau ngasih jawaban atau nggak. Kalau kita nggak berkenan, ya sudah nggak usah dikasih, sesimpel itu. Kalau orang itu mencoba bertanya, itu hak dia. Tapi kita juga punya hak mau memberi jawaban atau nggak," imbuhnya.



Simak Video "Epidemiolog Sebut Larangan Mudik Tak Efektif Tekan Mobilitas Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)