Senin, 10 Mei 2021 20:19 WIB

Updated

Menhub Usulkan Vaksin Gratis untuk Pelaku Perjalanan Darat Arus Balik Mudik

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sejumlah  pemudik motor melawan arah untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp. Ilustrasi pemudik (Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi memprediksi, sebanyak 3,6 juta masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan balik mudik pada Minggu (16/5/2021) atau H+2 Lebaran. Mengantisipasi penularan pasca mudik, pihaknya mengusulkan vaksinasi untuk pelaku mudik balik jalur darat.

"Pantauan yang kami lihat dari survei kami bahwa mudik ini masih bisa terjadi lagi tinggi mungkin besok dan lusa. Oleh karenanya, kami mengimbau untuk tetap apabila saudara-saudara kita tidak melakukan mudik, karena itu akan lebih baik," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (10/5/2021).

Ia menyarankan masyarakat untuk mengundur rencana kepulangan agar tidak timbul kepadatan dan kerumunan di satu titik. Selain itu, ia menegaskan pentingnya tracing secara intensif, terutama pada wilayah padat tujuan mudik.

"Kami mengusulkan dilakukan tracing intensif di beberapa tempat yang konsentrasinya besar. Katakanlah Madiun, Ngawi, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Semarang, Cirebon, bahkan yang dari Sumatera di Bakauheni dilakukan tracing intensif," imbuhnya.

Untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19 akibat perjalanan mudik, ia pula mengusulkan pemberian vaksin untuk pelaku perjalanan arus balik mudik jalur darat.

"Kami mengusulkan Pak Menko (Menteri Perekonomian) dan Menkes (Menteri Kesehatan) memberikan vaksin gratis untuk mereka yang melakukan perjalanan darat," ujarnya.

"Sedangkan perjalanan udara, kita akan usulkan dengan tracing dengan waktu yang lebih pendek. Tapi besok baru kita akan lakukan pembahasan," lanjutnya.

Catatan Redaksi: Terkait pernyataan Menhub Budi Karya Sumadi, Kemenhub mengklarifikasi bahwa yang dimaksud adalah 'tes Corona Gratis' untuk pemudik dan bukan 'vaksin gratis'. Klarifikasi selengkapnya bisa disimak DI TAUTAN INI.



Simak Video "6 Vaksin Corona yang Sudah Kantongi Restu dari WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)