Selasa, 11 Mei 2021 18:00 WIB

Terbangun dari Koma Saat Hamil Besar, Wanita Ini Syok Bayinya 'Hilang'

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pregnant woman gets painful or hurt of her belly. Mother gets suffered because mother nearly gives birth her baby or children. It is the first time of her life. Its sign of preterm infant. suffer face Ilustrasi wanita hamil. Foto: Getty Images/iStockphoto/Love portrait and love the world
Jakarta -

Marriam Ahmad, wanita berusia 27 tahun dikomakan dalam keadaan hamil besar lantaran harus dipasangi ventilator saat menjalani perawatan COVID-19. Ia terkejut, ketika ia terbangun dari koma, bayi dalam kandungannya sudah hilang.

Komorbid asma membuat wanita asal Inggris ini mengalami gejala pernapasan berat saat terinfeksi COVID-19. Dalam keadaan sedang hamil 29 minggu, kondisinya jelas menakutkan bagi dirinya dan suami. Mendekati hari prediksi kelahiran, Marriam harus dipasangi ventilator karena kondisinya kritis. Untuk itu, Marriam dibuat koma.

Sebelum dikomakan, dokter sempat menjelaskan, operasi sesar bisa tetap dilakukan sembari Marriam dalam keadaan koma. Namun, langkah itu akan amat berisiko.

"Dalam waktu sekitar 5 menit sebelum koma, mereka sempat mengatakan bahwa saya akan menggunakan ventilator. Jika saya tetap menjalani operasi sesar, bayinya mungkin bisa keluar, tapi saya pingsan. Mungkin saya tidak berhasil, mungkin saya harus mengucapkan selamat tinggal," ujarnya, dikutip dari Mirror News UK, Selasa (11/5/2021).

Marriam sempat menghubungi orangtuanya sembari menangis. Tak ada pilihan lain, ia tetap dikomakan. Marriam pun menjalani operasi sesar dalam keadaan masih koma.

Setelah operasi berhasil dilakukan, Marriam mendadak terbangun dari komanya. Ia terkejut bukan main, bayi dalam kandungannya sudah hilang.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya tiba-tiba terbangun. Saya tidak bisa melihat apa-apa lagi di perut saya dan saya sangat kesakitan," katanya.

Selama seminggu, Marriam belum bisa bertemu tatap muka dengan anaknya. Pasalnya, Marriam masih harus menjalani perawatan intensif akibat COVID-19 yang sempat diidapnya.

Namun kini, Marriam dan bayinya sudah dipulangkan. Marriam menamai bayi perempuannya Khadija, yang artinya 'kuat'. Ia sadar betapa proses kehadiran Khadija di dunia bukanlah perjuangan mudah, membutuhkan kekuatan besar.



Simak Video "Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)