Selasa, 11 Mei 2021 20:01 WIB

Terpaksa Banget Keluar Rumah? Ini yang Bisa Kamu Lakukan untuk Cegah Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) bersama Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (ketiga kiri) dan Kapolda Metro Jaya Muhammad Fadil Imran (kedua kanan) meninjau situasi di Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Anies mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc. Ilustrasi kerumunan. Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Menjelang lebaran, banyak masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah sehingga memunculkan kerumunan di beberapa tempat.

Di tahun ini, pemerintah memang lebih melonggarkan aturan seperti memperbolehkan salat Tarawih di masjid dan buka puasa bersama. Menteri Agama juga telah mengeluarkan edaran bagaimana sebaiknya berkegiatan saat Idul Fitri.

Tentu sudah jelas bahwa berada di rumah saja lebih baik untuk mencegah penularan. Tetapi jika harus keluar dalam keadaan mendesak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar terhindar dari ancaman virus Corona.

Eks Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama membagikan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah Corona saat di luar rumah.

1. Usahakan di tempat terbuka

Berada bersama di luar ruangan membuat kemungkinan penularan COVID-19 lebih rendah daripada bersama di dalam ruangan. Apabila terpaksa ngumpul, akan jauh lebih baik kalau dilakukan di udara terbuka.

"Jika terpaksa harus di dalam ruangan maka seharusnya ada ventilasi terbuka dengan udara luar," kata Prof Tjandra dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Selasa (11/5/2021).

2. Social distancing is a must!

Tetaplah jaga jarak sedikitnya 1 meter dengan orang lain di sekitar kita, atau lebih jauh saat bertemu dengan orang di dalam ruangan. Hal ini untuk mencegah penularan kalau di sekitar kita ada ada yang batuk, bersin atau berbicara keras.

3. Jangan berlama-lama

Lebih pendek waktu seseorang dalam kerumunan maka akan lebih kecil kemungkinan tertular COVID-19. Tentunya kalau berlama-lama maka makin makin besar kemungkinan penularannya. WHO menyebutnya sebagai "shorter time periods with others are safer".

"Ke semua hal di atas tentu harus dijalankan dengan penggunaan masker yang tepat dan baik serta kebiasaan selalu mencuci tangan," paparnya.



Simak Video "Satgas Menilai Larangan Mudik Menurunkan Mobilitas Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)