Rabu, 12 Mei 2021 07:30 WIB

Disindir Soal Kesiapan Faskes COVID-19 Usai Lebaran, Ini Respons Menkes

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjawab sindiran Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono tentang kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi lonjakan kasus COVID-19 setelah lebaran 2021.

Menkes Budi menegaskan bahwa saat ini ketersediaan tempat tidur di rumah sakit di Indonesia secara nasional masih aman. Seandainya ada lonjakan kasus COVID-19 setelah lebaran, pemerintah telah mempersiapkan antisipasinya.

"Dari awal pandemi 3.500 bed isolasi, sekarang sudah kita tambah jadi 78.000. Saat ini terpakai 25.000. Kita masih ada buffer 53.000 bed (200%+). Semoga lonjakan kasus tidak setinggi ini," cuit Menkes Budi dalam akun Twitter pribadinya, @BudiGSadikin, Selasa (11/5/2021).

Sebelumnya Pandu menilai kapasitas layanan kesehatan di Indonesia tidak akan cukup untuk menampung lonjakan kasus COVID-19 setelah lebaran nanti. Belum lagi risiko terjadinya penularan varian baru Corona, karena tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik.

"Pak Menkes @BudiGSadikin perlu menyiapkan kapasitas layanan kesehatan, tak akan cukup bila lonjakan sangat tinggi. Vaksinasi lansia pun tak didukung maksimal," cuit Pandu melalui akun Twitter pribadinya, @drpriono1.



Pada Senin kemarin, Menkes Budi juga menjelaskan saat ini ada sekitar 7.500 ICU secara nasional yang telah disiapkan untuk pasien COVID-19.

"Untuk rumah sakit, total tempat tidur yang kita miliki sekitar 390.000, yang bisa dipakai COVID karena harus isolasi ada sekitar 70.000-an. Kita juga punya ICU untuk yang parah, secara nasional, 22.000. Tapi, ICU yang didesikasikan untuk COVID ada sekitar 7.500," jelas Menkes Budi dalam konferensi pers, Senin (10/5/2021).

"Untuk ICU, kita sudah menyiapkan 7.500-an dan sekarang yang sudah terisi 2.500-an. Jadi kita juga masih punya room kosong sekitar dua kali lipat dari kondisi sekarang," tuturnya.



Simak Video "Persediaan Alkes di Afghanistan Hanya Bisa Bertahan Seminggu"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)