Rabu, 12 Mei 2021 09:00 WIB

Alert! 3 dari 4 Varian Corona 'Ganas' Sudah Ada di Indonesia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Para tenaga kesehatan dengan baju hazmat dan peralatan lengkap membawa pasien menggunakan mobil ambulans ke Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 (RSDP) Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Senin mengumumkan bahwa varian virus Corona B1617 yang pertama kali ditemukan di India Oktober lalu 'naik kelas' menjadi variant of Concern atau varian yang diwaspadai.

"Ada beberapa informasi yang tersedia untuk menunjukkan peningkatan penularan B.1.617," kata ilmuwan WHO, Maria Van Kerkhove.

Varian B1617 juga telah ditemukan di banyak negara dan penyebarannya diduga meluas.

Variant of concern dianggap lebih berbahaya daripada bentuk asli virus yang pertama kali terlihat di China pada akhir 2019. Bahaya itu berasal dari penularan, kematian, dan resistensi varian yang lebih tinggi terhadap vaksin.

Selain B1617, varian Corona 'ganas' lainnya adalah B117 dari Inggris, B1351 dari Afsel, dan P1 dari Brazil. Tiga varian tersebut sudah bersirkulasi di Indonesia.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan penyebaran kasus untuk varian tersebut relatif cukup banyak di Sumatera dan Kalimantan. Masuknya virus baru ini banyak berasal dari Saudi Arabia, India, dan Malaysia.

Untuk varian Inggris B117, munculnya kasus pertama diawali sejak Januari dan beredar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Mutasi dari Afsel B1351 hanya ditemukan ada satu di Bali.

Baru-baru ini Satgas COVID-19 mengatakan varian India sudah ada 10 di Indonesia. Namun tidak disebutkan sebaran kasus-kasusnya.

"Berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing tanggal 9 Mei 2021, terdapat 1 kasus varian B117, 10 kasus B1617, dan 1 kasus varian B1351," kata juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, Selasa (11/5/2021).



Simak Video "Diduga Varian Mutasi Baru Corona Telah Masuk ke Sleman"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)