Minggu, 16 Mei 2021 17:00 WIB

Birgaldo Sinaga Wafat di Usia Muda, Bukti COVID-19 Mengancam Segala Umur

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Birgaldo Sinaga (Instagram @birgaldo_sinaga) Foto: Birgaldo Sinaga (Instagram @birgaldo_sinaga)
Jakarta -

Birgaldo Sinaga, seorang aktivis yang juga pegiat media sosial meninggal akibat COVID-19. Ia wafat di usianya yang terbilang masih muda, yakni 46 tahun.

"Sekarang bang Birgaldo telah pergi di usia masih sangat muda (belum lagi kepala 5)," ucap sahabat Birgaldo, Permadi Arya atau Abu Janda.

Sebelum meninggal dunia, Birgaldo sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Kala itu, ia mengalami gejala COVID-19, seperti demam tinggi, mual, pusing, dan batuk.

"Lama sy berpikir utk menulis ini. Hrskah sy beritahu keadaaan sy? Sdh 10 hari demam tinggi, mual, nyeri linu2, pusing & batuk parah dan akhirnya harus sy katakan sy positif kena Cov19," tulis Birgaldo melalui akun Twitter-nya.

Bukti COVID-19 tak hanya mengancam lansia

Wafatnya Birgaldo juga bisa menjadi bukti bahwa COVID-19 bisa mengancam segala umur, termasuk orang dengan usia muda, bukan hanya pada lansia.

Hal ini juga sempat disampaikan oleh Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 saat itu, di bulan April 2020. Ia mengatakan kelompok usia 30-59 tahun menjadi salah satu yang paling banyak meninggal akibat infeksi virus Corona di Indonesia.

Selain itu, riset terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengungkapkan hal yang serupa. Director of the Pan American Health Organization (PAHO), Carissa F Etienne, mengatakan bahwa saat ini jumlah pasien yang dirawat inap dan kematian akibat COVID-19 meningkat pada orang dengan usia muda di Amerika Serikat (AS).

"Orang dewasa dari segala usia, termasuk kaum muda, mengalami sakit parah. Banyak dari mereka yang sedang sekarat," ucap Etienne.

"Di Brasil, angka kematian meningkat dua kali lipat di antara mereka yang berusia 39 tahun, empat kali lipat di antara mereka yang berusia 40-an, dan tiga kali lipat untuk mereka yang berusia 50-an di antara Desember 2020 sampai Maret 2021," jelasnya.

Tak hanya itu, jumlah pasien COVID-19 berusia 39 tahun di Chili juga meningkat lebih dari 70 persen selama beberapa bulan terakhir.

"Di beberapa wilayah AS, banyak orang berusia 20-an yang sedang dirawat di rumah sakit karena COVID-19, daripada mereka yang berusia 70-an," pungkas Etienne.



Simak Video "Cegah Long Covid, Perhatikan Sejumlah Tindakan Preventif Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)