Senin, 17 Mei 2021 21:20 WIB

Kemenkes Pasang Kuda-kuda Antisipasi Lonjakan COVID-19 Usai Lebaran

Yudistira Perdana Imandiar - detikHealth
Sejumlah pemudik yang tiba di kawasan Sunter, Jakarta Utara, didata petugas. Pendataan itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan langkah antisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca libur panjang Idul Fitri 1442 Hijriah. Selain itu, upaya tracing akan dimasifkan untuk mengidentifikasi mutasi baru virus Corona.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan setelah periode libur lebaran berpotensi terjadi lonjakan kasus COVID-19 sebanyak 30 hingga 80 persen. Untuk mengantisipasi hal tersebut, 50 ribu dari total 70 ribu tempat tidur disiagakan untuk pasien isolasi.

"Jadi masih ada buffer cadangan sebanyak 50 ribu atau 250 persen dari keterisian tempat tidur isolasi," ujar Budi dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (17/5/2021).

Sementara itu, dari total 7.500 tempat tidur ICU untuk pasien COVID-19 di seluruh Indonesia, sejauh ini sudah terisi sebanyak 2.500 tempat tidur.

"Mudah-mudahan pasca Lebaran libur panjang kenaikannya tidak akan setinggi itu sehingga cadangan untuk tempat tidur baik isolasi maupun ICU tidak usah sampai penuh," ungkap Budi.

Budi memastikan stok obat-obatan dan tenaga kesehatan di rumah sakit telah dipersiapkan untuk merawat pasien COVID-19.

Mutasi Baru Virus Corona

Menyoal temuan dua mutasi baru virus Corona yang ditemukan di Jawa Timur, Budi meminta semua pihak terkait di tingkat daerah hingga pusat untuk memastikan peningkatan pelacakan terhadap pasien positif COVID-19. Dua mutasi virus tersebut teridentifikasi berasal dari Afrika Selatan dan London yang dibawa pekerjaan migran Indonesia dari Malaysia

"Tingkat penularan dari dua mutasi virus ini lebih cepat jika dibandingkan dengan sebelumnya," cetus Budi.

Ia pun menginstruksikan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan upaya 3T (tracing, testing, dan treatment). Budi mengulas, berdasarkan panduan dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO, rasio tes minimal adalah satu sampel per seribu orang per minggu untuk setiap unit terkecil, sehingga untuk Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 270 juta jiwa harus dilakukan sekitar 40 ribu tes COVID-19 dalam satu hari.

"Protokol kesehatan dan protokol PPKM Mikro harus terus dijalankan, terutama terkait penggunaan masker. Tracing-­nya 15 kontak erat dalam waktu 72 jam, dan testing-nya juga kalau bisa dilakukan sebanyak-banyaknya, tidak usah takut kelihatan banyak, itu lebih baik karena kita bisa mendeteksi adanya pergerakan mutasi baru," papar Budi.

Sementara itu, program vaksinasi COVID-19 dikatakan Budi terus ditingkatkan. Ia menyebut jumlah vaksin masuk ke Indonesia saat ini mencukupi untuk kebutuhan vaksinasi pada Mei dan Juni 2021.

"Setelah kita agak mengurangi laju vaksinasi karena jumlah vaksin di akhir April (sedikit) dan masuk bulan Ramadhan serta Lebaran, ini saatnya kita kembali menggenjot vaksinasi," sebut Budi.

Dia meminta pemerintah daerah memaksimalkan vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia). Sebab, dikatakan Budi terjadi kenaikan kasus kematian lansia karena belum divaksinasi, salah satunya di Yogyakarta.

"Pastikan vaksinasinya ditingkatkan lagi, diperbanyak lagi terutama untuk para lansia sebab merekalah yang paling rentan. Tingkat masuk RS tinggi dan fatal," pesan Budi.

(akn/ega)
DMentor
×
The Right Man In The Right Place Dalam Bisnis
'The Right Man In The Right Place' Dalam Bisnis Selengkapnya