Rabu, 19 Mei 2021 16:00 WIB

Cerita Konjen RI di India Soal Fenomena Buang Jenazah di Sungai Gangga

Vidya Pinandhita - detikHealth
A COVID-19 victim is cremated in Vasai, outskirts of Mumbai, India, Thursday, April 15, 2021. India reported more than 200,000 new coronavirus cases Thursday, skyrocketing past 14 million overall as an intensifying outbreak puts a grim weight on its fragile health care system. Foto: AP Photo
Jakarta -

Pemerintah India melaporkan temuan jenazah pasien COVID-19 di beberapa sungai, di antaranya adalah sungai Gangga. Pemerintah negara bagian menduga, fenomena ini terkait masalah kemiskinan dan ketakutan di desa.

"Pemerintah memiliki informasi bahwa jenazah mereka yang meninggal karena COVID-19 atau penyakit lainnya dibuang ke sungai alih-alih dibuang sesuai ritual yang tepat," ujar seorang pejabat senior India, Manoj Kumar Singh, dalam surat bertanggal 14 Mei, dikutip dari Reuters.

Konsul Jenderal RI di India, Agus Prihatin Saptono, membenarkan adanya fenomena tersebut. Menurutnya, kejadian tersebut dilatarbelakangi masalah ekonomi sehingga keluarga jenazah tak bisa mendapatkan fasilitas kremasi untuk orang yang meninggal.

"Memang terdapat kasus tersebut walaupun jumlahnya sedikit, tidak terlalu banyak. Kejadian temuan tersebut karena faktor ekonomi sehingga tidak dapat dikremasi," terangnya dalam diskusi daring oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (19/5/2021).

"Sepanjang pengetahuan yang kami ketahui karena itu berada di wilayah utara, di daerah sungai Gangga, Uttar Pradesh," imbuhnya.

Sebelumnya Singh menyebut, pihaknya belum bisa memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan pasien COVID-19. Pasalnya, mayat yang ditemukan sudah membusuk sehingga tidak dipastikan positif COVID-19.

Dalam suratnya, Singh menyebut fenomena tersebut dilatarbelakangi kurangnya dana untuk keperluan kremasi seperti kayu bakar. Selain itu, ketakutan masyarakat akan penyakit COVID-19 pula menjadi kemungkinan penyebab pembuangan mayat di sungai.

Ia meminta pejabat tingkat desa untuk memastikan tak ada lagi mayat dibuang ke air. Ia mengatakan, pemerintah negara akan membayar keluarga miskin sebesar 5.000 rupee (Rp 972 ribu) untuk mengkremasi atau menguburkan jenazah.



Simak Video "Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)