Kamis, 27 Mei 2021 07:52 WIB

Testosteron Rendah Pada Pria Berkaitan dengan Gejala COVID-19 Parah

Firdaus Anwar - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Studi terbaru melihat tingkat hormon seks testosteron yang rendah pada pria kemungkinan berkaitan dengan gejala COVID-19 lebih parah. Hal ini diketahui setelah peneliti dari Saint Louis University menganalisa data dari 90 pasien pria dan 62 pasien wanita positif COVID-19.

Peneliti dilaporkan mengambil sampel darah pada pasien yang dirawat di rumah sakit sampai tiga, tujuh, 14, dan 28 hari. Peneliti kemudian mengukur dan membandingkan tingkat hormon testosteron, estradiol, serta hormon pertumbuhan IGF-1 tiap pasien.

Pada wanita tidak ditemukan kaitan keparahan COVID-19 dengan tingkat hormon yang diukur. Sementara pada pria, kebanyakan yang dirawat di rumah sakit memiliki rata-rata testosteron rendah 52 nanogram per desiliter.

Tingkat testosteron yang normal pada pria dewasa disebut seharusnya 250 nanogram per desiliter. Peneliti tidak bisa menjelaskan apakah tingkat testosteron rendah yang menyebabkan gejala COVID-19 lebih parah atau mungkin sebaliknya.

Pasien pria dengan testosteron yang rendah juga disebut berkaitan dengan tingkat peradangan yang lebih tinggi di tubuh.

"Pria positif COVID-19 yang awalnya tidak terlalu sakit, tapi tingkat testosteronnya rendah, akan lebih mungkin membutuhkan perawatan intensif atau intubasi selama dua sampai tiga hari ke depan," kata pemimpin studi Dr Sandeep Dhindsa seperti dikutip dari Live Science, Kamis (27/5/2021).

"Testosteron yang rendah sepertinya bisa memprediksi pasien mana yang kemungkinan akan jatuh sakit lebih parah dalam beberapa hari ke depan," lanjutnya.

Penelitian yang dipublikasi di jurnal JAMA Network Open ini sudah memperhitungkan faktor risiko lain, seperti komorbid, berat massa tubuh, kebiasaan merokok, dan ras.



Simak Video "Informasi Terkini Seputar Gejala Covid-19 yang Ditimbulkan Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)