Senin, 31 Mei 2021 20:22 WIB

Corona 'Ngamuk' di Kudus, Bupati Sebut Lockdown Mikro Sudah Diterapkan

Dian Utoro Aji - detikHealth
Desa Loram Kulon, Kudus dilockdown usai puluhan warga termasuk kadesnya positif Corona. Foto diambil Kamis (27/5/2021). Lokcdown mikro di Kudus (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan terjadi kenaikan kasus Corona yang tinggi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pemerintah daerah pun sudah memberlakukan pembatasan secara mikro hingga tingkat RT dan RW.

"Sebetulnya banyak (wilayah desa yang sudah lockdown), kita imbau semua. Gubernur juga kalau untuk ditutup aja dikasih portal," kata Bupati Kudus HM Hartopo saat dihubungi detikcom lewat sambungan telepon, Senin (31/5/2021).

Menurutnya seperti di RT 5 RW 1 Desa Pedawang Kecamatan Bae diberlakukan lockdown secara mikro, Senin (31/5) siang tadi. Karena daerah tersebut merupakan zona merah penyebaran virus Corona.

"Mikro zonasi itukan RT RW punya wilayah, ada satgas COVID, RT bisa me-lockdown bisa menutup lokasinya ketika zona merah," jelasnya.

Hartopo mengatakan wilayah yang di-lockdown diberlakukan secara ketat. Bahkan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan ditiadakan guna memutus penyebaran virus Corona.

"Itu aktivitas orang hajatan untuk ditiadakan, kegiatan di-lockdown. Warga kalau tidak penting tidak boleh keluar. Kalau tamu tidak boleh," ungkapnya.

Dia pun menjelaskan pemerintah daerah juga telah memberlakukan penyekatan bagi wisatawan yang masuk ke Kudus. Mereka pun diminta putar balik saat akan ke Kudus.

"Kita juga telah memberlakukan penyekatan. Wisatawan yang datang ke Kudus kita hentikan, kita testing dan putar balik. Mereka harus bebas dari COVID surat antigen 1 x 24 jam, kalau tidak di-testing dulu di situ," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kasus Corona Kudus Melejit, Ada Sebaran Mutasi Baru? "
[Gambas:Video 20detik]