Senin, 31 Mei 2021 21:43 WIB

Erick Thohir: Stok Vaksin Kita Aman dan Terus Ditingkatkan

Erika Dyah - detikHealth
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers saat menyambut kedatangan vaksin COVID-19 di Teminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021). Sebanyak delapan juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac kembali tiba di Indonesia dan selanjutnya akan dilakukan proses produksi oleh Bio Farma. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa. Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Indonesia kedatangan vaksin tahap ke-14, yakni tambahan vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku (bulk) sebesar 8 juta dosis. Menteri BUMN dan Ketua Pelaksana KPCPEN, Erick Thohir yang menyaksikan kedatangan vaksin ini mengungkap jumlah vaksin yang telah diterima Indonesia menjadi 91,9 juta dosis.

Erick menyampaikan total jumlah dosis kedatangan vaksin COVID-19 di Indonesia secara kumulatif per 31 Mei 2021 sebanyak 91.910.500 dosis. Jumlah ini adalah kombinasi antara vaksin berbentuk jadi dan bahan baku (bulk).

Erick pun merinci hingga saat ini telah diterima 3 juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac, 6,41 juta dosis vaksin jadi produksi AstraZeneca, dan 1 juta dosis vaksin jadi produksi Sinopharm (500 ribu di antaranya merupakan hibah UEA). Sementara itu, vaksin dalam bentuk bahan baku atau bulk yang telah diterima berjumlah 81,5 juta dosis vaksin produksi Sinovac. Jumlah tersebut akan menjadi 65.5 juta dosis vaksin jadi setelah diolah di Bio Farma.

"Jadi secara total, terdapat 75,9 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi," kata Erick dalam keterangan tertulis, Senin (31/5/2021).

Erick menjelaskan jumlah total vaksin jadi lebih sedikit daripada jumlah total dosis yang telah tiba di Indonesia (kedatangan). Hal ini disebabkan adanya wastage dan overfill dalam proses produksi dari vaksin bahan baku menjadi vaksin jadi.

Ia pun menegaskan pemerintah berkomitmen melindungi warganya dengan mengamankan dan meningkatkan pasokan vaksin.

"Kita patut syukuri, karena walau di tengah disrupsi pasokan dan alokasi pengadaan vaksin di dunia, stok vaksin kita aman, dan terus ditingkatkan," ujarnya.

Selain mendapatkan vaksin lewat kerja sama bilateral dan multilateral, Erick mengatakan Indonesia tengah mengembangkan vaksin produksi dalam negeri. Upaya ini dilakukan guna membangun kemandirian bangsa dan memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19.

"Pemerintah bekerja sama dengan beberapa lembaga-lembaga pengembang, baik dari universitas dan lembaga penelitian. Tidak cukup di situ pemerintah juga bekerja sama dengan pihak lainnya. Pemerintah ingin bisa memproduksi vaksin sendiri tidak hanya impor," jelas Erick.

Ia menilai proses vaksinasi di Indonesia terus dipercepat. Hingga kini, realisasi pelaksanaan vaksinasi di Indonesia telah mencapai total 26,85 juta dosis.

Erick menekankan, percepatan dan perluasan cakupan vaksinasi yang dibarengi disiplin protokol kesehatan tidak hanya menyelamatkan jiwa, tetapi juga untuk mengendalikan pandemi, mengembalikan kualitas kehidupan, dan menggerakkan kembali perekonomian.

"Agar pertumbuhan ekonomi antara 4,1% sampai 5,1% di tahun 2021 bisa kita capai. Kita bangun Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, Indonesia Tumbuh," tegas Erick.

Untuk itu, ia kembali mengingatkan kunci dari pengendalian pandemi yaitu keseriusan dan perjuangan bersama, serta disiplin protokol kesehatan.

"Insyaallah kerja keras ini bisa kita lihat di akhir tahun ini atau awal tahun depan, bisa ada kemajuan vaksin merah putih atau vaksin yang bekerja sama dengan pihak lain. Saya juga ucapkan terima kasih atas kerja sama kementerian dan lembaga, termasuk, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan, yang berjibaku memastikan vaksinasi berjalan dengan baik," pungkasnya.

Sebagai informasi, vaksin tahap ke-14 ini tiba di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 11.48 siang ini. Vaksin yang disimpan dalam 4 envirotainer besar dan 1 envirotainer kecil ini tiba dengan pesawat Garuda GA 891 untuk kemudian diberangkatkan ke fasilitas Bio Farma di Bandung, Jawa Barat.

(fhs/up)