Selasa, 01 Jun 2021 08:02 WIB

Jabar Keluar, Kudus Jadi Satu-satunya Zona Merah COVID-19 di Pulau Jawa

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Desa Loram Kulon, Kudus dilockdown usai puluhan warga termasuk kadesnya positif Corona. Foto diambil Kamis (27/5/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Jakarta -

Zona merah COVID-19 di Indonesia terus bertambah. Dari pekan lalu sebanyak 10 wilayah, kini jumlah zona merah COVID-19 tercatat sebanyak 13 wilayah, dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Selasa (1/6/2021).

Jawa Tengah menjadi satu-satunya wilayah di Pulau Jawa yang berada di zona merah COVID-19. Sementara Cirebon, Jawa Barat, kini tak lagi masuk zona merah COVID-19.

Zona merah COVID-19 di Jateng berada di Kudus usai wilayah tersebut baru-baru ini mencatat lonjakan kasus Corona. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengkhawatirkan lonjakan kasus Corona yang terjadi di Kudus karena adanya varian baru Corona.

"Kami juga sekarang minta sampelnya untuk dilakukan genome sequencing, apakah lonjakan yang terjadi di Kudus ini disebabkan oleh adanya mutasi baru," pinta Menkes dalam konferensi pers Senin (31/5/2021).

Meski begitu, Bupati Kudus menjelaskan sejauh ini tidak ada varian baru Corona yang terdeteksi. Termasuk Kudus, berikut daftar 13 wilayah zona merah COVID-19.

Sumatera Utara

- Dairi

Sumatera Selatan

- Kota Palembang
- Kota Prabumulih

Sumatera Barat

- Solok
- Kota Solok
- Agam
- Pasaman barat

Riau

- Kota Pekanbaru

Kepulauan Riau

- Kota Batam

Kalimantan Barat

- Melawi

Jawa Tengah

- Kudus

Jambi

- Tanjung Jabung Barat

Bengkulu

- Bengkulu Utara

Lantas kapan Corona di Indonesia mencapai puncaknya?

Corona di Indonesia disebut Menkes Budi tengah kembali menanjak. Berdasarkan pengalaman, pasca libur panjang selalu terjadi lonjakan kasus Corona. Puncaknya kenaikan kasus diyakini Budi akan terjadi Juni 2021 mendatang.

"Berdasarkan pengalaman empiris kita di setiap libur panjang sebelumnya, yaitu libur panjang Nataru, libur panjang Idul Fitri, dan libur panjang lainnya tahun lalu, biasanya kenaikan itu akan mencapai puncaknya sekitar 5-7 minggu," jelasnya.

"Jadi kemungkinan akan ada kenaikan kasus, diperkirakan akan sampai puncaknya di akhir bulan ini (Juni)," bebernya.



Simak Video "WFH di Zona Merah Jadi 75%, Pekerja Dilarang Lintas Daerah!"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)