Selasa, 01 Jun 2021 11:25 WIB

WHO Ubah Nama Varian Corona, Jadi Lebih Mudah Diingat Nggak Nih?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
varian baru virus corona Foto: iStock
Jakarta -

Nama varian Corona yang sebelumnya diberi kode dengan alfanumerik, kini diganti dengan alfabet Yunani. Perubahan ini salah satunya ditujukan untuk menghindari stigma.

Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan hal ini Senin kemarin, di tengah kritik para pejabat negara yang enggan nama varian-varian Corona selalu dikaitkan dengan nama negaranya. Banyak yang menilai kode nama varian asli selama ini begitu rumit, seperti misalnya varian B1351, 501Y.V2 dan 20H / 501Y.V2.

Maka dari itu, empat varian virus Corona berbahaya yang selama ini disebut varian Corona Inggris, Afrika Selatan, Brasil, India, kini dinamai Alpha, Beta, Gamma, Delta, sesuai dengan urutan dideteksi.

"Meskipun mereka memiliki kelebihan, nama ilmiah ini bisa sulit untuk diucapkan dan diingat, dan rentan salah pelaporan," kata WHO, menjelaskan keputusan tersebut.

Pilihan Alfabet Yunani datang setelah berbulan-bulan adanya pertimbangan di mana kemungkinan nama varian Corona lain seperti nama pseudo-klasik. Hal itu turut dipertimbangkan oleh para ahli, menurut penuturan, bacteriologist Mark Pallen, dikutip dari Channel News Asia.

Tetapi nama-nama yang kemudian dipertimbangkan sebelumnya, banyak yang sudah menjadi nama merek, perusahaan, atau nama asing.

Sempat juga muncul gagasan lain untuk merujuk nama varian Corona menjadi VOC1, VOC2, dan seterusnya. Namun dibatalkan lantaran belakangan diketahui, nama tersebut menyerupai kata umpatan dalam bahasa Inggris.

Secara historis, virus sering dikaitkan dengan lokasi asal muasal virus tersebut seperti Ebola yang dinamai menurut nama sungai Kongo. Tetapi hal ini dapat merusak tempat-tempat dan seringkali tidak akurat seperti dengan apa yang disebut pandemi 'flu Spanyol' tahun 1918 yang asal-usulnya tidak diketahui.

"Tidak ada negara yang harus distigmatisasi karena mendeteksi dan melaporkan varian," kata ahli epidemiologi WHO Maria Van Kerkhove.



Simak Video "Epidemiolog Khawatir dengan Kemunculan Sejumlah Varian Baru Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)