Selasa, 01 Jun 2021 19:30 WIB

Data Corona Direvisi, Negara Ini Catatkan Angka Kematian Terburuk di Dunia

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
A youth rests on his empty oxygen cylinder waiting for a refill shop to open in the San Juan de Lurigancho neighborhood of Lima, Peru, Monday, Feb. 22, 2021, as the lack of medical oxygen to treat COVID-19 patients continues to be the norm nationwide. The shop can only refill about 40 tanks a day, triggering long lines outside private providers with many spending the night outside so as to not lose their place. (AP Photo/Martin Mejia) Foto: AP/Martin Mejia
Jakarta -

Usai ditinjau ulang data kematian COVID-19, rupanya angka 'asli' Peru tiga kali lipat lebih tinggi dari yang dilaporkan. Hal ini berdasarkan perhitungan data Universitas Johns Hopkins per Senin (31/5/2021).

Bagaimana tidak, Peru menjadi salah satu negara Amerika Latin yang paling terpukul imbas pandemi Corona. Sejumlah rumah sakit penuh, dan permintaan oksigen melampaui ketersediaan.

Para ahli juga sudah mewanti-wanti, jika kasus Corona yang tercatat selama ini sebenarnya jauh lebih rendah dibandingkan yang terjadi. Pemerintah setempat merevisi jumlah kematian, mencapai 69.342 kasus di Minggu.

Selisih yang cukup jauh antara angka resmi menjadi catatan pemerintah. Hal ini terjadi lantaran kurangnya kurangnya pengujian yang membuat sulit untuk mengkonfirmasi apakah seseorang telah meninggal karena virus Corona atau penyebab lain.

Menurut data Johns Hopkins, Hungaria memiliki jumlah kematian COVID-19 per kapita terburuk sekitar 300 per 100.000 orang. Dengan jumlah kematian yang diperbarui, Peru sekarang mencapai lebih dari 500 kematian COVID-19 per 100.000 orang, artinya berada di atas Hungaria.

"Kami pikir itu adalah tugas kami untuk mempublikasikan informasi terbaru ini," kata Perdana Menteri Peru Violeta Bermudez dalam konferensi pers yang mengumumkan hasil tinjauan tersebut.

Di Amerika Latin, Brasil memiliki jumlah kematian tertinggi dengan lebih dari 450.000 nyawa hilang karena pandemi. Berdasarkan populasi, bagaimanapun, angka kematian per kapita Peru sekarang lebih dari dua kali lipat dari Brasil.

Angka-angka kasus Corona Peru yang diperbarui sejalan dengan apa yang disebut angka kematian berlebih, yang telah digunakan para peneliti di Peru, dan negara-negara lain untuk mengukur kemungkinan penghitungan kasus Corona dan kematian COVID-19 selama pandemi.

Dikutip dari Channel News Asia, kematian berlebih mengukur jumlah total kematian selama periode waktu tertentu dan membandingkannya dengan periode yang sama sebelum pandemi.



Simak Video "WHO Sebut Dunia Tengah Hadapi 'Pandemi Dua Jalur'"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)