Rabu, 02 Jun 2021 16:00 WIB

Antisipasi RS Penuh, Ambulans di Kudus Standby Siap-siap Rujuk ke Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Kasus penyebaran virus Corona di Kabupaten Kudus meledak usai Lebaran. Akibatnya, sebanyak 42 desa di kabupaten tersebut kini masuk zona merah COVID-19. Lockdown mikro di Kudus (Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)
Semarang -

Kasus COVID-19 yang mengamuk di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menjadi perhatian pemerintah pusat. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta ambulans selalu standby di Rumah Sakit agar pasien COVID yang harus dirujuk ke Semarang bisa segera tertangani.

Ganjar mengatakan tidak hanya pemerintah Provinsi Jateng yang memantau penanganan Corona di Kudus namun juga pemerintah pusat. Kepala BNPB Letjan Ganip Warsito juga akan datang langsung ke Kudus hari ini.

"Kudus dapat perhatian khusus, tidak hanya Provinsi tapi juga nasional. Intensitas komunikasi dengan menkes dan juga mendagri mengingatkan. Hari ini dari BNPB Kepala Badan yang baru akan datang," kata Ganjar di kantornya, Rabu (2/6/2021).

Ia menegaskan jika Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian kasur di rumah sakit penuh maka bisa dibawa ke Semarang karena sudah siap ikut membantu penanganan COVID-19 dari Kudus.

"BOR penuh tidak usah babibu, langsung saja. Cadangkan ambulans di depan, periksa, bawa ke Semarang, siap bantu. Respon cepat akan membikin pasien nyaman. Kemarin ada yang minta dirawat tapi berdebat di sana. Kita mesti berpikir out of the box, tidak berpikir RS situ saja daerah situ saja. Kita siap bantu, RS lain siap bantu," jelasnya.

Ganjar juga meminta evaluasi penanganan pasien Corona di Kudus karena saat dia meninjau di sana, ada pelanggaran salah satunya di RSUD Loekmono Hadi Kudus. Ganjar melihat sejumlah pasien Covid-19 ditunggu oleh keluarganya padahal yang menunggu itu tidak positif.

"Saya minta SOP direview, bahaya," tegasnya.

Selain itu bantuan-bantuan dilakukan termasuk mengirimkan back up tenaga medis ke Kudus. Ia juga berharap epidemiolog meneliti penyebab dari mengganasnya Corona di Kudus.

"Epidemiolog saya minta meneliti apakah karena mudik atau transmisi lokal. Karena pas di awal di Pati karena mudik," tandasnya.

Terkait apakah ada jenis virus Corona baru di Kudus, Ganjar mengatakan hingga saat ini belum ada laporan terkait hal itu.

"Untuk Varian baru belum ditemukan," katanya.



Simak Video "Keterisian RS COVID-19 di Kudus: Ruang Isolasi 95%, ICU 85%"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/up)