Rabu, 02 Jun 2021 20:13 WIB

Round Up

Fakta-fakta Vaksin Sinovac: Direstui WHO, Halal dan Suci Menurut MUI

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vaksinasi tahap pertama di Kota Bogor dilakukan hari ini. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjadi orang pertama di Kota Bogor yang disuntik vaksin Corona. Vaksin Sinovac (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use listing (EUL) pada vaksin Corona Sinovac. Vaksin Sinovac ini menjadi salah satu vaksin yang digunakan di Indonesia, selain AstraZeneca dan Sinopharm.

"WHO hari ini memvalidasi vaksin Sinovac-CoronaVac COVID-19 untuk penggunaan darurat," kata WHO dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Channel News Asia, Rabu (2/6/2021).

Diberikannya sertifikat ini membuktikan bahwa vaksin Sinovac terbukti telah memenuhi standar serta aman untuk digunakan. Berikut beberapa fakta soal vaksin Sinovac yang perlu diketahui.

1. Vaksin buatan China kedua yang dapat izin WHO

Vaksin Sinovac mendapatkan izin EUL pada Selasa (1/6/2021) lalu. Vaksin Sinovac menjadi vaksin berusat China kedua yang mendapatkan EUL, setelah Sinopharm.

Adanya persetujuan ini bisa membuka jalan untuk sejumlah negara memberikan persetujuan impor vaksin Corona dan mendistribusikannya. Ini juga mendukung agar vaksin Sinovac ini bisa masuk ke dalam skema COVAX.

2. Platform inactivated virus

Vaksin COVID-19 Sinovac ini terbuat dari platform virus yang dimatikan (inactivated virus). Jenis vaksin ini akan bekerja untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga antibodi bisa melawan virus Corona.

3. Efikasi 65,3 persen

Hasil analisis interim uji klinis di Bandung menunjukkan bahwa efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen. Angka ini sudah memenuhi persyaratan WHO yaitu di atas 50 persen.

Sementara itu, Kelompok Penasihat Ahli Imunisasi WHO menunjukkan hasil efikasi vaksin dalam mencegah gejala COVID-19 atau simtomatik sebesar 51 persen. Vaksin ini juga dianjurkan untuk diberikan pada usia 18 tahun ke atas, dengan jarak dua di dosis 2-4 minggu.

"Hasil kemanjuran vaksin menunjukkan bahwa vaksin mencegah penyakit simtomatik pada 51 persen dari mereka yang divaksinasi dan mencegah COVID-19 yang parah dan rawat inap pada 100 persen dari populasi yang diteliti," jelas badan tersebut.

4. Efek samping

Meski muncul beberapa efek samping, vaksin Sinovac masih dikatakan aman karena tergolong ringan dan bisa pulih dalam waktu singkat. Efek samping yang muncul di antaranya:

Efek samping lokal:

  • Nyeri
  • Indurasi atau iritasi
  • Kemerahan
  • Pembengkakan
  • Efek samping sistemik
  • Myalgia atau nyeri otot
  • Fatigue atau kelelahan
  • Demam

Bagaimana status halal-haram vaksin Sinovac menurut MUI? Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Cara Kerja Vaksin COVID-19 di Tubuh Anak-anak dan Orang Dewasa"
[Gambas:Video 20detik]