Kamis, 03 Jun 2021 09:39 WIB

China Catat Kasus Pertama Flu Burung H10N3 pada Manusia, Ini Kata WHO

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Chicken in a coop Ilustrasi flu burung. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, seorang pria berusia 41 tahun di Provinsi Jiangsu, China, dilaporkan terinfeksi flu burung H10N3. Pria tersebut mengalami demam serta gejala lainnya pada 28 Mei 2021 lalu, dan kini kondisinya sudah stabil.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mengatakan ini menjadi kasus pertama yang terjadi pada manusia. Tetapi, pihak NHC tidak memberikan rincian yang lengkap soal sumber infeksinya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sampai saat ini masih belum jelas bagaimana pria itu bisa terinfeksi jenis flu burung langka H10N3 tersebut.

H10N3 adalah salah satu jenis patogen rendah. Ini berarti potensi penularannya sangat ringan dan tidak mungkin menyebabkan wabah berskala besar.

"Sumber paparan pasien terhadap virus H10N3 tidak diketahui saat ini, dan tidak ada kasus lain yang ditemukan dalam pengawasan darurat di antara penduduk setempat," kata WHO dalam sebuah pernyataan yang dikutip ABC News, Kamis (3/6/2021).

Menurut WHO, virus H10N3 itu tampaknya tidak menular antarmanusia. Selain itu, saat ini belum ada indikasi yang mengatakan bahwa wabah flu burung langka ini telah menyebar luas.

"Ini merupakan laporan pertama yang pernah dilaporkan pada WHO tentang infeksi H10N3 pada manusia," ujar WHO.

"WHO, melalui Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS) terus memantau virus influenza, termasuk yang berpotensi menjadi pandemi, dan melakukan penilaian risiko. WHO bekerja sama dengan otoritas nasional di China dan mitra GISRS untuk menilai lebih lanjut dan mengkarakterisasi peristiwa ini," pungkasnya.



Simak Video "Laporan Rusia soal Pertama Kalinya Flu Burung H5N8 Menular ke Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)