Sabtu, 05 Jun 2021 15:23 WIB

ITAGI Kaji Kemungkinan Beri Vaksin Sinovac untuk Anak dan Remaja

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ratusan tenaga pendidik menjalani vaksinasi COVID-19 hari ini. Vaksinasi itu dilakukan agar sekolah bisa memulai belajar tatap muka pada tahun ajaran baru. Ilustrasi vaksin Corona. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Beberapa negara kini mulai memberikan vaksin COVID-19 untuk usia anak dan remaja di tengah kasus yang meningkat. Sebagai contoh Amerika Serikat (AS) mengizinkan penggunaan vaksin Pfizer untuk anak-anak, sementara China mengizinkan vaksin Sinovac.

Di Indonesia, penggunaan vaksin COVID-19 untuk kelompok anak dan remaja masih belum mendapat izin otoritas kesehatan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan izin menunggu rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), organisasi profesi, dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Hal ini dilakukan untuk melihat vaksin mana yang cocok digunakan untuk anak-anak nantinya.

Ketua ITAGI Profesor Dr Sri Rezeki, SpA(K), menjelaskan kemungkinan kelompok anak dan remaja di Indonesia mendapat vaksin Sinovac. Saat ini tim masih menunggu data-data dari publikasi ilmiah.

"Kita masih menunggu publikasi ilmiahnya," kata Prof Sri pada detikcom, Sabtu (5/6/2021).

Tekanan agar anak-anak mendapat vaksinasi COVID-19 saat ini meningkat, salah satunya karena target sekolah tatap muka di bulan Juli.



Simak Video "Kedatangan 5 Juta Vaksin Sinovac, Kemenkeu Yakin Target Vaksin Tercapai"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)