Senin, 07 Jun 2021 14:03 WIB

Antraks Muncul Lagi! Waspadai Gejalanya agar Tak Picu Kondisi Fatal

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi antraks Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Penyakit antraks kembali muncul, satu desa di Tulungagung langsung 'di-lockdown'. Sejauh ini, ada enam kasus yang diduga terpapar bakteri antraks.

"Terkait (antraks) itu saya meminta pihak terkait, Forkopimcam yang ada di sana untuk mengadakan penyaringan khususnya di Desa Sidomulyo, pada ternak, bahasanya seperti di-lockdown," kata Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Sabtu (5/6/2021).

Sementara, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Didik Eka menyebut pasien yang diduga terpapar antraks sudah kembali ke rumah masing-masing setelah sempat dirawat di RS.

"Mereka (pasien/penderita) tidak diisolasi tapi kami edukasi untuk melakukan personal higiene (higienitas mandiri)," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Didik Eka dikonfirmasi melalui telepon di Tulungagung, Jawa Timur, dikutip dari CNNIndonesia.

Menurut Didik, penyakit antraks termasuk penyakit yang sangat menular dan berbahaya tetapi bisa diatasi, saat sudah diberikan antibiotik, penyakit antraks diklaim sudah tak menular.

Lantas apa gejalanya?

Dikutip dari Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit Menular Amerika Serikat (CDC), gejala antraks tegantung pada jenis infeksinya. Bisa berlangsung selama 1 hari hingga 2 bulan pasca terpapar.

"Jika tidak diobati, semua jenis antraks berpotensi, menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan penyakit parah bahkan kematian," sebut CDC.

Gejala antraks inhalasi

  • Demam dan kedinginan
  • Dada terasa tidak nyaman
  • Sesak napas
  • Kebingungan atau pusing
  • Batuk
  • Mual, muntah, atau sakit perut
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Kelelahan yang luar biasa
  • Pegal-pegal

Gejala antraks gastrointestinal

  • Demam dan kedinginan
  • Leher bengkak
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit saat menelan, suara serak
  • Mual dan muntah, waspadai muntah berdarah
  • Diare atau diare berdarah
  • Sakit kepala
  • Flushing (wajah merah) dan mata merah
  • Sakit perut
  • Pingsan
  • Perut kembung

Gejala antraks injeksi

  • Timbul benjolan kecil yang gatal
  • Biasanya muncul di tempat suntikan tepat di atas permukaan kulit
  • Ada luka dengan bagian tengah berwarna hitam, setelah muncul benjolan.
  • Bengkak di sekitar luka
  • Abses di bawah kulit atau otot tempat obat-obatan terlarang.

Apa penyebabnya?

Dikutip dari Medical News Today, penyakit ini disebabkan oleh infeksi Bacillus anthracis. Bakteri pembentuk spora yang kuat bertahan hidup di kondisi ekstrem sekalipun, dan sangat beracun.

Spora antraks 'kebal' pada banyak lingkungan dan jika mereka masuk ke tubuh seseorang atau hewan, dapat berkembang menjadi sel yang tumbuh aktif.

Setelah aktif, bakteri berkembang biak di seluruh tubuh, menciptakan racun yang dapat menyebabkan penyakit parah.



Simak Video " Kata Epidemiolog soal Dihapusnya Angka Kematian untuk Indikator PPKM "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)