Kamis, 10 Jun 2021 10:29 WIB

Kasus Corona Lokal Singapura Melonjak! Varian Delta Diduga Jadi Biang Kerok

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Singapura menggelar pemilihan umum (Pemilu) di tengah pandemi Corona, Jumat (10/7/2020). Pemilu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Foto: AP Photo
Jakarta -

Varian Corona yang bermunculan di seluruh dunia diduga menyebabkan kenaikan kasus COVID-19. Salah satunya varian Delta yang disebut lebih menular daripada varian aslinya.

Pemerintah Singapura melaporkan adanya kenaikan transmisi lokal Corona dalam beberapa hari terakhir. Hingga akhir Mei, tercatat 449 kasus lokal, dengan 428 di antaranya disebabkan oleh varian Delta yang terdeteksi lebih dulu di India.

Varian Delta dianggap lebih mudah menular dari manusia ke manusia, dan itulah yang memicu penyebaran virus secara masif di India.

Dikutip dari Strait Times, Varian Delta juga diyakini telah memicu klaster Rumah Sakit Tan Tock Seng (TTSH), yang pada 6 Juni dilaporkan ditutup setelah tidak ada transmisi baru yang dikaitkan selama 28 hari.

Varian ini memicu kekhawatiran lonjakan dahsyat di negara lain tempat varian tersebut ditemukan, seperti Inggris Raya, yang berpotensi menunda rencana penghapusan pembatasan COVID pasca vaksinasi di banyak wilayah.

Singapura sendiri sejak awal melakukan pengurutan genom virus untuk semua kasus terkonfirmasi COVID-19. Ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Nasional di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular untuk semua kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, tidak seperti negara lain yang biasanya mengurutkan proporsi yang lebih kecil dari kasus yang dikonfirmasi.



Simak Video "Varian Delta Bikin WHO Cemas: Dunia Lelah, Tapi Virus Makin 'Fit'"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)