Kamis, 10 Jun 2021 13:21 WIB

Tim Peneliti RI Bicara soal Suntikan Dosis Ketiga Vaksin Sinovac

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 di Jakarta sasar warga di permukiman padat penduduk. Warga di Tanjung Priok dan Sunter Agung pun disuntik vaksin Corona dosis pertama Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Baru-baru ini, Sinovac mengklaim vaksin COVID-19 mereka meningkatkan antibodi hingga 20 kali lipat dalam 15 hari. Meski begitu, analisis tersebut baru berdasarkan hasil awal uji klinis vaksin Fase II di China.

Hal ini memicu pertanyaan apakah vaksin Corona Sinovac dosis ketiga akan diterapkan di Indonesia. Ketua tim riset uji klinis vaksin COVID-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Dr dr Kusnandi Rusmil SpA(K) pun angkat bicara.

"Belum mulai suntikan ketiga, baru akan dimajukan ke komite etik penelitian dulu," jelasnya saat dikonfirmasi detikcom Kamis (10/6/2021).

"Penelitian yang kemarin baru akan selesai Juli atau awal September pas satu tahun. Baru dievaluasi secara menyeluruh," sambungnya.

Hal senada disampaikan juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi. Pemberian vaksin booster disebut Nadia akan menunggu selesainya uji klinis tahap ketiga vaksin Corona Sinovac.

Hingga kini, dr Nadia menegaskan vaksinasi Corona di Indonesia masih akan fokus menyelesaikan sasaran atau cakupan vaksinasi di dosis pertama dan kedua.

"Belum. Kita tunggu uji klinis tahap 3 selesai ya. Kita fokus dulu penyelesaian vaksinasi sampai dosis kedua untuk seluruh sasaran," beber dr Nadia saat dihubungi detikcom secara terpisah, Kamis (10/6/2021).

China juga disebut belum mengetahui kapan dosis vaksin booster akan diberikan, meskipun uji klinis vaksin suntikan ketiga Sinovac menunjukkan hasil awal yang baik di Fase II. Hal tersebut masih memperhitungkan studi lebih lanjut, terlebih sebagian besar antibodi warganya dinilai masih memiliki antibodi yang cukup baik.

"Data dari orang yang divaksinasi enam bulan lalu sekarang sedang dianalisis, dan hasil awal menunjukkan bahwa tingkat antibodi untuk sekitar setengah dari mereka masih baik," jelas Shao Yiming, seorang dokter terkemuka dan ahli imunologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan kepada media, dikutip dari Global Times.



Simak Video "6 Vaksin Corona yang Sudah Kantongi Restu dari WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)