Kamis, 10 Jun 2021 22:07 WIB

Vaksinasi Massal di Kudus Diserbu Warga, Kuota 2 Hari Habis dalam 15 Menit

Dian Utoro Aji - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: Grandyos Zafna)
Kudus -

Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menjadi zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Vaksinasi massal di RS Mardi Rahayu Kudus pun diserbu warga. Kuota 500 vaksin untuk dua hari habis dalam waktu 15 menit.

"Sejak kami buka jam 13.00 WIB tadi kuota hari 250 orang telah habis, bahkan untuk kuota besok (Jumat) hari langsung sudah habis dalam waktu 15 menit. Melihat hal ini masyarakat sangat antusias untuk divaksin," jelas Direktur RS Mardi Rahayu, dr Pujianto, kepada wartawan ditemui di lokasi, Kamis (10/6/2021).

Dari pantauan di lokasi warga mengantre untuk mendapatkan vaksin di RS Mardi Rahayu Kudus, Kamis (10/6). Sempat terjadi terjadi kerumunan namun akhirnya bisa ditata. Warga pun antre dan berjaga jarak.

Pujianto menjelaskan vaksinasi COVID-18 masyarakat umum dilaksanakan dua hari. Kamis (10/6) dan Jumat (11/6). Vaksinasi dimulai pukul 13.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB. Vaksinasi ini dilakukan untuk menekan lonjakan kasus COVID-19 di Kudus.

"Mulai hari ini kami melakukan vaksinasi untuk umum, usia 18 tahun ke atas. Sehubungan dengan melonjaknya kasus COVID di Kudus. Dari pemerintah pusat telah mendistribusikan 50 ribu vaksin dan RS Mardi Rahayu mengambil porsi 5.000 vaksin," jelasnya.

"Jadi hari mulai yang umum, tetapi karena keterbatasan tim vaksinasi sehingga dibantu dari tim kesehatan daerah militer IV Diponegoro ada 17 personel membantu, terdiri dari empat dokter dan sejumlah perawat," sambung Pujianto.

Menurutnya vaksinasi dilakukan secara terus-menerus dan bertahap. Terlebih RS Mardi Rahayu Kudus mendapatkan vaksinasi sebanyak 5.000 vaksin.

"Targetnya, jadi ini kita lakukan secara terus menerus yang shift pagi sudah mulai dari keluarga karyawan. Yang shift sore ini 250 orang, pagi juga sama 250 orang. Shift sore dibantu, jadwalnya sudah ada hari ini dan besok. Pekan depan masih menunggu," terang Pujianto.

"Kami minta ke DKK 5.000 vaksin, ini tahap pertama. Mengatasi lonjakan kasus di Kudus. Kita utamakan untuk masyarakat Kudus, ber-KTP Kudus. Belum ada kejadian kipli ringan berat," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kasus Corona Kudus Melejit, Ada Sebaran Mutasi Baru? "
[Gambas:Video 20detik]