Minggu, 13 Jun 2021 11:16 WIB

Pantesan Corona Ngegas, Ada 28 Kasus Varian Delta 'India' di Kudus!

Dian Utoro Aji - detikHealth
Kudus -

Sebanyak 28 orang di Kudus, Jawa Tengah dipastikan positif COVID-19 varian baru jenis B1617.2 atau disebut juga varian Delta. Hasil itu diketahui setelah Kemenkes mengambil sampel untuk mengetahui penyebab penyebaran virus Corona di Kudus.

"Kemarin sudah ada penelitian dari UGM, yang di sini ada varian baru B.1617.2 yang diambil sampel. Itu dulu, by name by addres belum tahu siapa itu yang kena varian baru, kemarin ada 34 yang keluar 28 ada varian baru (B.1617.2)," jelas Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (13/6/2021).

Hartopo mengatakan adanya temuan varian baru tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk melakukan langkah kebijakan guna memutus penyebaran COVID-19 di Kudus. Apalagi menurutnya varian baru lebih gampang menular.

"Sampai sekarang ada warning seperti itu kita harus punya langkah kongkret dan tegas, bagaimana PPKM Mikro ini kita optimalkan," jelasnya.

"Varian baru lebih masif dan cepat, ini diperketat masalah prokes, jangan mudah membuka masker. Di ruang saling ngobrol itu bisa masker, jangan sampai lepas memakai masker," ungkapnya.

Tak Boleh Lagi Pakai Nama Negara! Ini Daftar Nama Baru Varian CoronaTak Boleh Lagi Pakai Nama Negara! Ini Daftar Nama Baru Varian Corona Foto: infografis detikHealth

Di kesempatan yang sama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan hasil penelitian sampel orang yang terkena COVID-19 dinyatakan ada temuan varian baru. Ganjar pun sebelumnya sempat curiga karena lonjakan kasus tinggi di Jawa Tengah belakangan ini.

"Belum baru sampel yang ada di Kudus. Kita baru ambil sampel ke tempat yang lain. Tapi saya curiga pergerakan 3 minggu sebelumnya hanya tiga kabupaten, terus bertambah delapan dan sekarang bertambah 11 perasaan saya yakin ini varian baru," ungkap Ganjar selepas kunjungan kerja di Kudus pagi ini.

"Ini kita mintakan, karena Kudus perhatian utama, karena dari pusat sudah merilis ini yang serius untuk semua, jangan pernah melepas membuka masker kalau berkerumun," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan hasil penelitian ditemukan ada varian baru COVID-19 asal India terdeteksi di Kudus.

"Rakor tadi (tadi malam) Kemenkes juga, juga pak Gubernur, pak Kapolda, dan pak Pangdam, yang pada intinya informasi varian baru di sini (di Kudus). Ini dikhawatirkan harus ada kontingensi terkait permasalahan penanganan untuk COVID-19 di Kudus, takutnya bisa merambah ke mana-mana," jelas Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan selepas rakor di Command Center Pendapa Kabupaten Kudus, Sabtu (12/6/2021) malam.

(up/up)