Senin, 14 Jun 2021 08:56 WIB

Tak Punya Riwayat Masalah Jantung, Apa Penyebab Eriksen Bisa Kolaps?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Paramedics using a stretcher to take out of the pitch Denmarks Christian Eriksen after he collapsed during the Euro 2020 soccer championship group B match between Denmark and Finland at Parken stadium in Copenhagen, Denmark, Saturday, June 12, 2021. (Friedemann Vogel/Pool via AP) Christian Eriksen kolaps saat menjalani laga Euro 2020. (Foto: AP/Friedemann Vogel)
Jakarta -

Insiden kolapsnya gelandang Denmark Christian Eriksen telah mengejutkan banyak orang. Terlebih dokter yang pernah merawatnya menyebut bahwa Eriksen tak memiliki masalah jantung sebelumnya.

"Orang ini rutin menjalani tes dan hasilnya selalu baik hingga 2019. Jadi bagaimana Anda menjelaskan dugaan serangan jantung ini?" kata Sanjay Sharma, ahli jantung dari St George's University of London yang memeriksa Eriksen saat di Tottenham Hotspurs.

Eriksen diduga mengalami henti jantung atau cardiac arrest saat menjalani laga Euro 2020 Denmark vs Finlandia. Ia pun langsung mendapat pertolongan CPR (cardio pulmonary resuscitation) dan kini kondisinya sudah jauh membaik.

Lantas apa penyebab Eriksen bisa mengalami henti jantung? Berikut fakta-faktanya yang sudah diketahui hingga saat ini.

1. Aritmia

Menurut keterangan dokter timnas Denmark, dr Morrten Boesen, Eriksen sempat mendapat defibrilasia atau kejut jantung ketika kolaps di laga tersebut. Menurut dokter jantung, salah satu indikasi pemberian tindakan defibrilasi adalah aritmia atau gangguan irama jantung.

"Indikasi defibrilasi satu satunya adalah ventrikel aritmia," jelas dr Vito A Damay, SpJP(K), dokter jantung dari Siloam Hospital Karawaci, Senin (14/6/2021).

Melihat rekaman ulang pertandingan saat Eriksen mengalami kolaps, dr Vito menduga ada gangguan irama jantung.

2. Bukan karena vaksin Corona

Insiden kolapsnya Eriksen pun diwarnai dengan rumor bahwa ia mengalami henti jantung karena ada sangkut pautnya dengan vaksinasi COVID-19 atau pernah terinfeksi virus Corona. Padahal, faktanya pemain klub Inter Milan tersebut belum pernah divaksinasi maupun positif Corona.

"Dia tidak kena COVID dan belum divaksinasi," kata direktur Inter Milan Giuseppe Marotta, kepada Rai Sport.



Simak Video "Olahraga Sebabkan Kematian?"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)