Selasa, 15 Jun 2021 09:03 WIB

Round Up

Makin Banyak, Varian Delta Mendominasi Kasus COVID-19 di DKI-Kudus-Bangkalan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus, memberlakukan pembatasan lokal untuk mencegah penyebaran virus Corona, Rabu (2/6/2021). Situasi pandemi COVID-19 di kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Jakarta -

Varian Delta atau B1617.2 asal India makin banyak ditemukan di Indonesia. Baru-baru ini, kabupaten Kudus, Jawa Tengah menghadapi lonjakan besar-besaran kasus COVID-19, di mana 28 kasus di antaranya disebabkan varian Delta.

Menteri Kesehatan RI menyebut, varian Delta juga mendominasi lonjakan kasus COVID-19 di DKI Jakarta dan Bangkalan.

"Kami sedikit menambahkan, beberapa daerah seperti Kudus, DKI Jakarta dan Bangkalan, memang sudah terkonfirmasi varian Delta atau B1617.2 atau varian dari India, mendominasi," ujar Menkes RI Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (14/6/2021).

Menanggapi hal tersebut, Menkes Budi menekankan, penerapan protokol kesehatan perlu diperketat. Mengingat, varian Delta disebut-sebut lebih mudah menular dengan risiko gejala berat lebih tinggi.

Langkah antisipatif lainnya, pemerintah akan mengupayakan percepatanvaksinasi COVID-19, dengan target 700 ribu-1 juta orang per hari.

"Karena ini penularannya lebih cepat, walaupun tidak lebih mematikan ini perlu benar-benar kedua hal tadi dipercepat (yaitu) implementasi (protokol kesehatan) di lapangan dan akselerasi vaksinasi," imbuhnya.

Dikhawatirkan menimbulkan gejala lebih berat

Dalam kesempatan sebelumnya, Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, menyebut varian Delta memiliki kemampuan menular sangat cepat dengan risiko gejala berat lebih tinggi.

"Gejala sakit pasien lebih berat dari virus sebelumnya. Meningkatkan risiko terjadinya hilang pendengaran, nyeri ulu hati, dan mual. Pasien perlu dirawat di rumah sakit, memerlukan suplementasi oksigen dan menimbulkan berbagai komplikasi," terang Prof Ari pada detikcom, Senin (14/6/2021).



Simak Video "Respons Satgas soal Varian 'Delta Plus' yang Disebut Sudah Masuk RI"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)