Selasa, 15 Jun 2021 09:26 WIB

Viral Antrean Pasien Wisma Atlet, Seperti Apa Kondisi Sebenarnya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jakarta -

Viral di medsos kondisi Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran yang penuh oleh pasien. Kabar ini salah satunya dibagikan oleh dr Tompi di akun Twitter pribadi miliknya.

"Mendapat sebaran video IGD Wisma Atlet semalam..sangat mengkhawatirkan," tulis dr Tompi.



Soal kondisi antrean di Wisma Atlet, detikcom mewawancarai S, seorang pasien yang masuk isolasi di tempat tersebut baru-baru ini. Ia masuk melalui IGD ketika antrean pasien juga sedang ramai-ramainya.

Diceritakan oleh S, ia awalnya mulai merasakan adanya gejala dan memutuskan tes PCR pada 9 Juni lalu. Selang dua hari setelahnya, hasil PCR menunjukkan ia positif mengidap COVID-19.

Saat didiagnosa positif Corona, S mengalami beberapa gejala mulai dari demam, batuk, anosmia, hingga sesak. Kondisi tempat tinggalnya pun tak memungkinkan sehingga ia meminta dirujuk ke RSDC Wisma Atlet.

Proses untuk mendapatkan ruang perawatan ternyata tidak mudah. Puskesmas tidak kunjung memberi kabar, sementara keluhan sesak napas semakin terasa. Setelah mencoba berbagai cara, S akhirnya baru bisa berangkat ke Wisma Atlet sekitar pukul 10 malam pada Jumat, 11 Juni dan harus menunggu lama sebelum bisa mendapatkan kamar.

"Ramai banget, mana ngantre lagi," kata S.

Butuh waktu cukup lama sebelum S mendapat kamar perawatan di UGD Wisma Atlet. Selama menunggu, petugas melakukan sejumlah pemeriksaan, termasuk pengambilan sampel darah. S akhirnya mendapat kamar perawatan pada jam 2 pagi di keesokan harinya.

Selama di sana, S rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah dan saturasi karena keluhan sesak yang ia alami. Hingga kini ia masih mengeluhkan gejala yang membuatnya harus lebih rutin diperiksa oleh dokter.

DKI Jakarta darurat COVID-19

DKI Jakarta disebut sedang dalam kondisi genting pandemi COVID-19. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Wisma Atlet menambah kapasitas 2 ribu tempat tidur.

"Kami menyiapkan tambahan sekitar 2.000 bed dan sudah bisa digunakan secepatnya," kata Koordinator RSDC Wisma Atlet Mayjen Tugas Ratmono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Tingkat hunian di Wisma Atlet juga mencapai 80,68 persen, naik cukup tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.

Dipaparkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dalam 1 minggu terakhir mengalami pertambahan 50 persen. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat DKI Jakarta bisa memasuki fase genting jika tidak segera mengambil langkah drastis.

(kna/up)