Jumat, 18 Jun 2021 13:30 WIB

Pakar AS Soroti Ledakan Kasus COVID-19 di Indonesia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Bangkok, Thailand - Mar 2020 : Crowd of unrecognizable business people wearing surgical mask for prevent coronavirus Outbreak in rush hour working day on March 18, 2020 at Bangkok transportation Foto: Getty Images/Tzido
Jakarta -

Pakar penyakit menular dari University of Maryland, Amerika Serikat, Faheem Younus, ME, menyoroti kenaikan kasus virus Corona di Indonesia.

Dalam cuitan di akun Twitter pribadi miliknya, Faheem memaparkan data kasus Corona, di antaranya persentase kasus baru dan populasi yang sudah divaksinasi. Ia juga menyinggung kasus kematian di Indonesia bisa jadi lebih tinggi dari yang dilaporkan.

"Karena tingkat pengujian yang rendah, kasus aktual dan kasus kematian bisa lebih tinggi," tulisnya.

"COVID tidak akan pergi begitu saja hanya dengan berpura-pura kasusnya tidak pernah terjadi," lanjutnya.

Cuitannya itu menuai ragam komentar, tak terkecuali dari warganet Indonesia. Banyak yang menyayangkan pemerintah terkesan lamban dan tidak tegas dalam menanggulangi pandemi COVID-19.

Kasus Corona melonjak dalam sepekan terakhir. Jumlah pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit pun mengalami kenaikan yang berdampak pada okupansi rumah sakit.

Per 17 Juni 2021, kasus baru Corona di Indonesia menyentuh angka lebih dari 12 ribu, dengan 277 kematian. Provinsi DKI Jakarta menempati posisi pertama daerah dengan kasus terbanyak yakni 4.144 kasus.



Simak Video "ASI Bisa Bantu Transfer Antibodi COVID-19 ke Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)