Jumat, 18 Jun 2021 15:53 WIB

Mengkhawatirkan, 1 dari 8 Pasien COVID-19 di Indonesia Ternyata Anak-anak

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Anak-anak mengikuti tes antigen COVID-19 yang digelar di Kampung Tangguh Jaya Villa Inti Persada, Tangerang Selatan, seminggu setelah Idul Fitri. Mereka turut ditemani orang tua. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Indonesia tengah dihadapi oleh lonjakan COVID-19. Korban yang terpapar bukan hanya orang dewasa, namun juga anak-anak.

Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, proporsi kasus Corona pada anak secara nasional saat ini adalah 12,5 persen.

"Data nasional saat ini proporsi kasus konfirmasi positif COVID-19 pada anak usia 0-18 tahun ini adalah 12,5 persen. Artinya 1 dari 8 kasus konfirmasi itu adalah anak," kata dr Aman dalam konferensi pers, Jumat (18/6/2021).

"Kedua, data IDAI case fatality rate-nya itu adalah 3-5 persen. Jadi ini kita kematian yang paling banyak di dunia. Jadi bisa dibayangkan 1 dari 8 itu anak dan meninggal 3-5 persen," lanjutnya.

Data terbaru dari DKI Jakarta per 17 Juni 2021 pun menunjukkan sebanyak 661 anak di bawah usia 18 tahun terkonfirmasi positif Corona dalam sehari, 144 di antaranya adalah balita. Hal ini membuktikan begitu banyak anak yang terpapar COVID-19.

"Tren kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun meningkat. Dari 4.144 kasus positif hari ini, 661 kasus (16 persen) adalah anak usia 0-18 tahun, yang mana 144 kasus di antaranya adalah balita," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, dalam keterangannya di PPID DKI Jakarta, Kamis (17/6/2021).

50 persen kasus kematian Corona anak adalah balita

dr Aman menegaskan bahwa 50 persen dari seluruh kasus kematian Corona pada anak adalah kelompok balita. Oleh karena itu, penting para orang tua untuk menjaga anaknya agar tidak terpapar COVID-19.

"Dan saya sering mengatakan 50 persen kematian anak itu balita," tegasnya.

"Jadi IDAI mengimbau semua kegiatan yang melibatkan anak usia 0-18 tahun dilaksanakan secara daring," tambahnya.

dr Aman pun mengimbau kepada para orang tua untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama beraktivitas di luar rumah. Pasalnya, jika mereka abai, yang menjadi korbannya adalah anak-anak.

"Ketika para orang tuanya tidak taat protokol, kasihan anaknya," tuturnya.



Simak Video "Hati-hati Klaster Keluarga"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)