Jumat, 18 Jun 2021 18:30 WIB

Hampir 500 Orang Teken Petisi Desak Jokowi Segera Lockdown!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sebanyak 80 warga yang bermukim di RT 03 RW 03 Cilangkap, Jakarta Timur, terkonfirmasi positif COVID-19. Gang jalan di permukiman tersebut di-lockdown sementara. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Hampir 500 orang menandatangani petisi desakan karantina wilayah atau lockdown yang ditujukan pada Presiden Joko Widodo. Petisi yang diinisiasi relawan Lapor COVID-19 menyoroti beberapa data kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia yang dinilai sudah mengkhawatirkan.

"Lapor COVID-19 dalam beberapa hari terakhir kesulitan menampung permintaan bantuan warga di sekitar Jabodetabek dan Bandung Raya untuk mencarikan fasilitas kesehatan karena rumah sakit yang penuh," tulis petisi tersebut, terpantau detikcom sudah diteken 469 orang per 18:00 WIB, Jumat (18/6/2021).

"Situasi serupa juga terjadi di daerah lain. Bahkan, pada Selasa (15/6), pasien asal Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat meninggal dunia dalam perjalanan mencari rumah sakit. Pasien ini telah mendatangi lima rumah sakit dan semuanya menolak karena penuh," sambung mereka.

Tak hanya itu, LaporCOVID-19 mewakili masyarakat sipil mengingatkan masuknya varian Delta harus menjadi perhatian utama pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19. Di tengah lonjakan kasus Corona usai setahun lebih pandemi berjalan, mereka menilai sudah saatnya Jokowi memikirkan situasi darurat kesehatan ketimbang ekonomi.

Dalam petisi dijelaskan, desakan untuk pemerintah segera memperketat pembatasan dan pengendalian pandemi COVID-19 dalam waktu 3 bulan ke depan. Tak ketinggalan, sistem penanganan gawat darurat dan ambulans serta beberapa layanan di puskesmas juga didesak untuk segera diperbaiki.

"Mengeluarkan keputusan untuk karantina wilayah dan mempertegas pembatasan pergerakan fisik, dengan sanksi yang tegas, dan serta memberi dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial," tulis mereka.

Beberapa pakar epidemiologi, dosen, aktivis hingga sejumlah peneliti juga menyetujui desakan untuk pemerintah melakukan karantina wilayah dengan meningkatkan kapasitas tes dan lacak sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kemudian, pemerintah ditekan untuk menjamin seluruh insentif tenaga kesehatan dan santunan bagi mereka tuntas terbayar.

Terakhir, vaksinasi gratis Corona untuk usia 18 tahun ke atas juga diminta untuk dipercepat dengan tetap memprioritaskan lansia. Petisi sekaligus surat terbuka ini dibuat melalui Google Documents.



Simak Video "Ahli: Pandemi Ini Sudah Terkendali, Tapi yang Mengendalikan Virus"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)