Selasa, 22 Jun 2021 08:14 WIB

Siklus Menstruasi Berubah Usai Vaksin Corona, Ini Dugaan Penyebabnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Apakah vaksin COVID-19 bisa bikin siklus menstruasi berantakan? (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Beberapa wanita mengeluhkan adanya perubahan siklus menstruasi mereka pasca mendapat suntikan vaksin Corona. Meski begitu, Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) mengatakan belum menerima laporan semacam ini.

"Jadi kan list KIPI-nya sendiri itu kita lihat dari clinical trial fase I, fase II, fase III, sama laporan yang masuk dari seluruh Indonesia. Nggak ada tuh (kasusnya)," kata Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari saat dikonfirmasi detikcom Senin (21/6/2021).

Seorang ginekolog dari Royal College of Obstetricians and Gynecologist (RCOG) Dr Pat O'Brien mengatakan bahwa wanita yang mengalami perubahan siklus menstruasi setelah vaksin itu, bisa jadi sebuah 'kebetulan'.

"Banyak wanita akan mengalami perubahan sementara dalam siklus menstruasi mereka dari waktu ke waktu selama hidup mereka. Dan saat ini, banyak wanita berusia 20-an dan 30-an yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19," jelas Dr O'Brien yang dikutip dari Sky News, Selasa (22/6/2021).

"Jadi, tampaknya tak terelakkan ini akan terjadi secara kebetulan pada beberapa wanita," lanjutnya.

Dr O'Brien menekankan bahwa setiap perubahan anekdotal pada siklus menstruasi wanita tidak berkaitan dengan vaksin dan kesuburan seseorang. Ia mengatakan sampai saat ini belum ada buktinya.

"Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 akan mempengaruhi kesuburan seseorang," tegasnya.

Rekan Dr O'Brien, Dr Sue Ward, yang juga seorang ginekolog mengatakan akan mendukung pengumpulan data yang lebih banyak soal ini. Hal ini dilakukan untuk lebih memahami mengalami fenomena perubahan siklus ini bisa terjadi pada wanita usai divaksinasi.

Pada 17 Mei 2021, The Sunday Times melaporkan beberapa wanita menyampaikan keluhan efek samping perubahan siklus menstruasi usai vaksin kepada Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA). Sebanyak 2.734 orang disuntik vaksin Oxford-AstraZeneca, 1.158 dengan vaksin Pfizer, dan 66 orang dengan vaksin Moderna.

Sebagian besar mengaku mengalami perdarahan lebih banyak dibanding biasanya.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)