Kamis, 24 Jun 2021 11:31 WIB

Fakta-fakta Vaksin Pfizer yang Bakal Tiba di Indonesia Agustus

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty) Vaksin Pfizer. (Foto: AP/Oded Balilty)
Jakarta -

Vaksin Corona buatan Amerika Serikat, Pfizer, rencananya akan tiba di Indonesia pada Agustus mendatang. Sebanyak 50 juta dosis vaksin Pfizer ini akan digunakan untuk akselerasi program vaksinasi nasional.

"Pfizer akan datang secara bertahap dimulai bulan Agustus ya," kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/6).

Vaksin Pfizer yang dinamakan BNT162b2 ini berbasis teknologi messenger RNA (mRNA) yang akan memicu tubuh membentuk spike protein untuk menciptakan antibodi melawan virus Corona.

Vaksin Pfizer sendiri sudah mendapat persetujuan penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sejak Desember 2020 lalu.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta terkait vaksin Pfizer.

1. Efikasi

Dikutip dari laman CDC, berdasarkan bukti uji klinis pada orang berusia 16 tahun ke atas, vaksin Pfizer-BioNTech 95 persen efektif mencegah COVID-19 yang dikonfirmasi pada orang tanpa bukti infeksi sebelumnya.

Selain itu, dalam uji klinis terpisah, Pfizer-BioNTech juga efektif dalam mencegah COVID-19 pada remaja berusia 12-15 tahun, dan memicu respons imun pada orang berusia 12-15 tahun setidaknya sekuat respons imun pada orang berusia 16-25 tahun.

2. Kemungkinan efek samping

Efek samping yang paling sering dilaporkan, yang biasanya berlangsung beberapa hari adalah:

  • nyeri di tempat suntikan
  • kelelahan
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • menggigil
  • nyeri sendi
  • demam.

Sebagai catatan, lebih banyak orang mengalami efek samping ini setelah menerima dosis kedua daripada dosis pertama, jadi penting bagi penyedia dan penerima vaksinasi untuk berharap bahwa mungkin ada beberapa efek samping setelah dosis kedua.

3. Bisa untuk kelompok anak

FDA telah menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 buatan Pfizer untuk anak usia 12-15 tahun. Vaksin Pfizer menjadi vaksin pertama di Amerika Serikat yang mendapat izin penggunaan pada anak.

Keputusan untuk memperluas rentang usia penggunaan diambil FDA berdasarkan kajian data yang dikirim Pfizer. Uji klinis pada akhir Maret yang melibatkan 2.260 anak dan remaja menunjukkan efikasi 100 persen dan ditoleransi dengan baik.

4. Ampuh lawan varian Delta-varian Kappa

Vaksin Pfizer terbukti efektif melawan varian Delta dan varian Kappa, jenis virus Corona yang ditemukan pertama kali di India. Disebutkan, vaksin Pfizer/Biontech COVID-19 96 persen efektif terhadap rawat inap akibat varian Delta setelah 2 dosis.

"Tidak ada bukti lolos yang meluas, menunjukkan bahwa generasi vaksin yang sekarang akan memberikan perlindungan terhadap lineage B1617," tulis para peneliti dalam laporannya, dikutip dari Reuters, Kamis (24/6/2021).



Simak Video "Vaksin Pfizer Kantongi Izin Penggunaan Darurat BPOM"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)