Jumat, 25 Jun 2021 15:29 WIB

Hunian Wisma Atlet 85 Persen, Cuma Terima Pasien Corona Gejala Sedang-Berat

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, meningkat. Kini Bed Occupancy Rate (BOR) di Wisma Atlet menyentuh angka 80% dari kapasitas normal. Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Pasien Corona yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Corona (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, terus mengalami kenaikan. Jumlah keterisian tempat tidur pun sudah di atas 80 persen.

"Tingkat hunian 85 persen, sebetulnya mengerikan juga tapi kita tetap semangat. Apapun kita laksanakan, apapun kita kerjakan," kata Kepala Sekretariat RSDC Wisma Atlet Mintoro Sumego, dalam konferensi pers, Jumat (25/6/2021).

Ia mengakui kenaikan kasus Corona sepekan terakhir sangat banyak, untuk itu pihak Wisma Atlet mulai mengandalkan call center bagi pasien COVID-19 yang akan dirawat di sana. Ke depannya, Wisma Atlet hanya akan menangani pasien COVID yang bergejala menengah.

"Pasien yang diterima di Wisma Atlet itu adalah pasien dengan gejala sedang-berat. Untuk pasien tanpa gejala-ringan, kita kondisikan di (rusun) nagrak, ini sudah berjalan," tambahnya.

Penambahan tempat isolasi

Rusun Nagrak baru dibuka beberapa hari lalu seiring meningkatnya kasus COVID-19. Selain Rusun Nagrak, pemerintah juga akan menggunakan Rusun Pasar Rumput sebagai tempat isolasi bagi pasien Corona gejala ringan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan bersama Kepala BNPB, Panglima TNI, Gubernur, dan Kapolri akan memindahkan orang yang tidak bergejala (OTG) atau bergejala COVID-19 ringan ke Nagrak dan Pasar Rumput.

"Memindahkan OTG dan ringan ke Nagrak dan Pasar rumput sehingga Wisma Atlet yang fasilitasnya sudah ada lebih lama kita bisa upgrade untuk bisa menangani yang kondisinya sudah menengah. Sedangkan kondisi berat tetap kita arahkan ke rumah sakit," ujar Menkes.



Simak Video "RSDC Wisma Atlet Kini Difokuskan Bagi Pasien Bergejala"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)