Senin, 28 Jun 2021 16:38 WIB

BPOM: India Pakai Ivermectin saat Kasus COVID-19 Sedang Tinggi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Viostin DS dan Enzyplex Ditarik Dari Peredaran

Kepala Bada Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito melakukan jumpa pers terkait perkembangan kasus pelanggaran produk Viostin DS dan Enzyplex yang mengandung DNA babi di Jakarta, Senin (5/6/2018). Dalam hasil penyelidikan BPOM, kedua produk tersebut positif mengandung DNA babi. Atas temuan ini kedua produk tersebut ditarik dari peredaran. Grandyos Zafna/detikcom Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengizinkan uji klinis Ivermectin untuk pasien COVID-19 di Indonesia. Sebelumnya, sudah banyak negara yang melakukan uji kinis Ivermectin dan memakainya untuk mengobati pasien COVID-19 seperti Ceko hingga Peru.

Menurut Kepala BPOM Penny K Lukito, Ivermectin juga sempat dipakai di India. India memakai Ivermectin saat tengah dihadang kasus 'tsunami' COVID-19.

"Dari India, juga negara India pada saat masa-masa periode intensitas yang sangat tinggi itu. Mereka menggunakan ivermectin, sampai mereda, mereka mulai tidak menggunakan lagi Ivermectin," jelas Penny dalam konferensi pers BPOM Senin (28/6/2021).

Uji klinis Ivermectin diperlukan untuk melihat khasiat hingga keamanan obat tersebut untuk terapi COVID-19. Sementara, dalam kesempatan terpisah, Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Ivermectin Indonesia dr Budhi Antariksa menyebut kasus COVID-19 di India mengklaim Ivermectin bisa membantu mempercepat penyembuhan pasien COVID-19.

"Ivermectin mempercepat penyembuhan dan mencegah perburukan pasien COVID-19 gejala ringan dan sedang," sebutnya.

Meski begitu, tetap saja penggunaan Ivermectin tak bisa tanpa resep dokter karena obat ini termasuk golongan obat keras. Dosis dan aturan pakai untuk tiap pasien COVID-19 juga bisa berbeda.

Senada dengan wanti-wanti BPOM agar masyarakat tak lantas bebas membeli Ivermectin lantaran obat ini memiliki risiko efek samping.



Simak Video "Alasan Badan Obat AS Belum Restui Ivermectin Dipakai untuk Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)