Selasa, 29 Jun 2021 11:30 WIB

Diidap Jane Shalimar, Harus Bagaimana Jika Komorbid Asma Terpapar COVID-19?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jane Shalimar klarifikasi beredar fotonya tanpa hijab Jane Shalimar positif COVID-19 dan mengidap komorbid asma. (Foto: Pingkan/detikHOT)
Jakarta -

Artis Jane Shalimar dikabarkan positif COVID-19 pada 24 Juni 2021, dengan gejala tidak enak badan dan meriang. Kondisinya juga sempat kritis, karena saturasi oksigennya semakin menurun.

Sahabat Jane, Olive, menceritakan kondisi Jane sangat mengkhawatirkan karena saturasi oksigennya terus menurun hingga di angka 53. Olive juga mengatakan bahwa Jane memiliki penyakit komorbid asma yang sudah parah.

"Ada penyakit bawaan, ada asma, asma sudah (parah) tambah lagi COVID," kata Olive kepada detikcom melalui sambungan telepon, Senin (28/6/2021) malam.

Saat ini, Jane tengah dipasang ventilator. Meski sudah sadar, ia masih belum bisa berkomunikasi.

Seperti yang diketahui, asma adalah salah satu penyakit komorbid yang sangat berpengaruh jika pengidapnya terpapar COVID-19. Lalu, harus bagaimana agar tidak berdampak lebih buruk?

Menurut dokter spesialis penyakit dalam Dr dr Arto Yuwono Soeroto, SpPD, KP, FCCP, FINASIM dari Perhimpunan Respirologi Indonesia (PERPARI), riwayat penyakit asma berpotensi menyebabkan gejala berat pada pasien COVID-19.

Meski begitu, Dr Arto mengatakan kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan jika penyakit tersebut terkontrol dengan baik. Ini bisa meminimalkan risiko gejala berat itu muncul.

"Ketika asma terkontrol dengan baik, artinya terkendali dengan baik dengan pengobatan yang maju sekarang ini nggak ada keluhan, sesak, batuk, bengek (mengi) maka asma yang seperti itu tidak meningkatkan risiko tertular COVID-19. Kalau sudah dapat COVID juga tidak menyebabkan COVID lebih berat," jelas Dr Arto dalam diskusi daring, Jumat (7/5/2021).

"Tapi sebaliknya, kalau asma tidak terkendali dengan baik, tidak berobat, tidak dengan benar jadi asmanya sering sekali timbul maka itu jadi berpengaruh terhadap beratnya penyakit dan kerentanan penyakitnya," lanjutnya.

Untuk itu, Dr Arto berpesan agar para pengidap asma harus berupaya agar terlindung dari COVID-19. Misalnya dengan menghindari berbagai pemicunya, seperti debu, makanan tertentu, dan rutin menjalani pengobatan.

"Message-nya, penderita asma di era pandemi harus betul-betul mengelola asma dengan baik dan benar supaya tidak menjadi lebih rentan menderita COVID-19 dan tidak mendapat COVID yang berat," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal Kesalahpahaman Mitos Asma yang Beredar di Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)