Kombinasi Vaksin COVID-19 AstraZeneca-Pfizer Selesai Diuji, Bagaimana Hasilnya?

ADVERTISEMENT

Kombinasi Vaksin COVID-19 AstraZeneca-Pfizer Selesai Diuji, Bagaimana Hasilnya?

Khadijah Nur Azizah, Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Selasa, 29 Jun 2021 12:02 WIB
Antusiasme warga untuk mendapatkan vaksin COVID-19 di Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Jawa Barat, terpantau sangat tinggi. Beginilah potret saat dari proses antre hingga vaksinasi.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Peneliti di Universitas Oxford melakukan uji coba kombinasi vaksin AstraZeneca dan Pfizer. Studi yang dinamai Com-COV ini membandingkan campuran dosis vaksin Pfizer dan AstraZeneca, menemukan bahwa kombinasi keduanya memberikan perlindungan yang baik terhadap virus Corona.

Matthew Snape, kepala peneliti, mengatakan bahwa hasil ini dapat digunakan untuk memberikan fleksibilitas pada vaksin, tetapi tidak cukup besar untuk merekomendasikan penggunaan yang lebih luas dari jadwal yang telah disetujui secara klinis.

"Kita sudah tahu bahwa kedua standar sangat efektif melawan penyakit parah dan rawat inap, termasuk terhadap varian Delta ketika diberikan pada jarak delapan hingga 12 minggu," katanya dikutip dari Reuters, Selasa (29/6/2021).

Studi Com-Cov, yang mengamati pemberian dosis empat minggu terpisah pada 850 sukarelawan berusia 50 tahun ke atas, menemukan:

  • Pemberian dosis pertama vaksin AstraZeneca kemudian Pfizer menginduksi antibodi dan respons sel T yang lebih tinggi daripada vaksin Pfizer lalu AstraZeneca
  • Kedua kombinasi vaksin ini ini menginduksi antibodi yang lebih tinggi daripada dua dosis vaksin AstraZeneca
  • Respons antibodi tertinggi terlihat setelah pemberian dua dosis vaksin Pfizer, dan respons sel T tertinggi dari vaksin Astrazeneca diikuti oleh Pfizer

Beberapa negara sudah mulai mengkombinasikan vaksin Corona. Spanyol dan Jerman menawarkan vaksin mRNA Pfizer atau Moderna sebagai dosis kedua kepada orang yang lebih muda yang telah menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca.



Simak Video "Bayi 6 Bulan Bakal Dapat Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT