Selasa, 29 Jun 2021 15:59 WIB

Tinggal Serumah, Ini Cara Lindungi Keluarga dari COVID-19

Khoirul Anam - detikHealth
Keluarga mengenakan masker kesehatan. Foto: Shutterstock
Jakarta -

COVID-19 tersebar melalui droplet atau permukaan benda yang terkontaminasi. Untuk itu, perlu mengurangi risiko terpapar COVID-19, apalagi dalam keluarga.

Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Erna Mulati mengungkapkan mengurangi risiko terpapar COVID-19 sama dengan imbauan pada umumnya, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Meski demikian, Erna menegaskan, imbauan tersebut perlu untuk diperkuat kembali.

"Jadi jangan cuma si ayah yang cuci tangan dengan sabun. Tapi si ibu dengan tenangnya habis ngobrol dengan tetangga, ke warung, dan lain-lainnya, ketika pulang ke rumah tidak cuci tangan dengan sabun," ujarnya dalam seminar nasional Membangun Ketangguhan Keluarga: Membentuk Inisiatif dan Dukungan Kesehatan Jiwa secara virtual, Selasa (29/6/2021).

Erna memaparkan masih ada anggota keluarga yang belum paham penggunaan masker. Untuk itu perlu adanya edukasi di tengah keluarga. Ia mengimbau mulai mengajarkan ke anak-anak dengan usia di atas dua tahun.

"Jangan minta mereka seharian menggunakan masker, tapi kita ajarkan sampai berapa lama sih dia mengatakan tidak sanggup, kemudian diulangi lagi, kemudian diulangi lagi, dan seterusnya," terang Erna.

Meski menjaga jarak di tengah keluarga sulit dilakukan, namun, Erna menyarankan anggota keluarga dapat memastikan dalam kondisi terhindar dari COVID-19 ketika hendak berdekatan dengan anggota keluarga lainnya.

"Dan ini harus disadari betul oleh anggota keluarga, terutama anggota keluarga yang dewasa atau anak-anak yang sudah memahami hal ini," terangnya.

Sementara itu, dalam rangka menghindari kerumunan, Erna juga mengimbau keluarga menentukan salah satu anggotanya untuk ditugaskan memenuhi keperluan seperti berbelanja bulanan. Di sisi lain, jika keluarga memiliki alokasi budget yang cukup, Erna mengimbau untuk membeli kebutuhan secara online.

"Tapi kalau budget kita terbatas, tidak perlu semua keluar. Tapi hanya orang-orang tertentu," ungkapnya.

Lebih jauh, Erna juga mengungkapkan pentingnya testing, tracing, dan treatment (3T). Menurutnya, hal tersebut perlu disosialisasikan kepada seluruh anggota keluarga. Ini karena selalu ada kemungkinan salah satu anggota keluarga terpapar COVID-19.

"Karena sampai sekarang pun masih banyak masyarakat kita yang takut untuk dilakukan tes swab. Mereka saking ketakutannya menolak untuk dilakukan swab," pungkasnya.



Simak Video "Lepas Jabatan Kepala BNPB, Doni Monardo: BNPB Ibarat Kopassus"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/up)