Rabu, 30 Jun 2021 08:32 WIB

Kesehatan Jiwa Perlu Dijaga Selama Pandemi, Ini Saran dari Pakar

Khoirul Anam - detikHealth
keluarga Foto: shutterstock
Jakarta -

Pandemi COVID-19 terbukti memiliki dampak serius terhadap kesehatan jiwa. Ketua Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia (IPPI) Wiwin Hendriani menegaskan bahwa situasi saat ini didominasi oleh emosi negatif.

Adapun emosi negatif tersebut muncul karena perasaan jenuh, perasaan khawatir akan pekerjaan atau penghasilan, dan seterusnya. Sementara itu, emosi negatif tersebut menyerang pada semua usia, baik anak-anak, dewasa, atau lansia.

"Emosi negatif itu ada di mana-mana. Ibarat virus yang ada di mana-mana, emosi negatif pun demikian, Nah, dengan dominasi emosi negatif terjadi banyak fluktuasi stres. Kadang tenang, kadang naik lagi," terang Wiwin dalam seminar nasional Membangun Ketangguhan Keluarga: Membentuk Inisiatif dan Dukungan Kesehatan Jiwa, Selasa (29/6/2021).

Lebih lanjut, Wiwin memaparkan peran keluarga dalam menjaga kesehatan jiwa anggota keluarga lainnya selama pandemi. Pertama, kata dia, yakni membantu menguatkan ketika menghadapi stres.

"Jadi kalau ibunya tanggap, anaknya merasa jenuh, tidak dimarah-marah, tetapi kemudian dinetralkan kejenuhannya, maka anak akan lebih mudah menenangkan diri, menurunkan tegangannya," papar dia.

Peran lainnya adalah membantu menjaga ketenangan, kepercayaan diri, dan stabilitas emosi. Selain itu, keluarga dapat mendorong motivasi anggota keluarga lainnya untuk selalu berperilaku sehat baik secara fisik maupun psikologis.

"Yang keempat fungsinya adalah meningkatkan kesadaran untuk mengupayakan berbagai hal positif di masa pandemi," lanjut dia.

Di samping itu, Wiwin juga memaparkan bahwa langkah tersebut merupakan persiapan ketika menghadapi perubahan lainnya atau situasi yang tak terduga. Menurutnya, apa yang dilakukan sekarang merupakan efek jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Erna Mulati menambahkan, pandemi membawa perubahan pola komunikasi dan perasaan bingung karena banyaknya informasi.

Erna mengimbau, dalam melewati masa-masa pandemi, keluarga perlu menciptakan suasana yang menyenangkan. Di samping itu, tiap-tiap anggota keluarga perlu untuk menyadarkan anggota keluarga lain yang tengah mengalami kondisi kurang baik.

"Setiap anggota keluarga harus memahami anggota keluarga yang lainnya sehingga dalam melakukan, dalam bersikap, tentu bukan sesuatu yang tidak menyenangkan bagi anggota keluarga lainnya," kata dia.

(mul/up)