Rabu, 30 Jun 2021 09:18 WIB

Satgas: Corona RI Masuk Puncak Kedua, Kasus COVID-19 Meledak 381 Persen!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Bangkok, Thailand - Mar 2020 : Crowd of unrecognizable business people wearing surgical mask for prevent coronavirus Outbreak in rush hour working day on March 18, 2020 at Bangkok transportation Foto: Getty Images/Tzido
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut Corona di Indonesia sudah masuk fase puncak kedua. Puncak kedua COVID-19 kini terjadi dengan lonjakan kasus Corona lebih tinggi dari puncak pertama, usai sepekan belakangan kasus harian melampaui 20 ribu.

Peningkatan kasus puncak kedua juga terlihat dari jumlah kasus COVID-19 mingguan. Di puncak pertama, kasus Corona tercatat sebanyak 89.902 kasus, sementara di puncak kedua, jumlah kasus COVID-19 mingguan mencapai 125.396.

"Hal ini menandakan second wave atau gelombang kedua kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia," jelas Prof Wiku dalam rilis resmi Satgas COVID-19, dikutip Rabu (30/6/2021).

Bahkan, kenaikan kasus COVID-19 di puncak kedua melonjak dengan cepat dibandingkan puncak pertama. Butuh waktu 13 minggu dari kasus COVID-19 terendah mencapai puncak pertama, dengan peningkatan 283 persen.

Sementara apa yang terjadi di puncak kedua COVID-19 relatif lebih singkat, yaitu dalam 6 minggu kenaikan kasus Corona tercatat melonjak 5 kali lipat, kenaikan mencapai 381 persen.

Kenaikan kasus COVID-19 terjadi usai sebelumnya Indonesia dinilai berhasil mengalami penurunan kasus dari puncak pertama, selama 15 minggu menurun hingga 244 persen.

Tiga provinsi berkontribusi besar

Ada tiga provinsi yang disebut berkontribusi besar pada peningkatan kasus COVID-19. Adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Ketiga provinsi tersebut disoroti Wiku perlu melibatkan penanganan wabah secara kolektif.

"Masyarakat, terutama di ketiga provinsi ini harus berkontribusi dalam menekan lonjakan kasus COVID-19. Upaya penanganan adalah upaya kolektif. Untuk itu, inisiatif masyarakat dalam menekan dan mengendalikan kasus menjadi sangat penting," ungkap Wiku.

"Jika terpapar, mengalami gejala COVID-19 atau memiliki kerabat yang terkena Covid, jujurlah dengan segera melapor kepada ketua RT setempat agar segera ditindaklanjuti oleh Puskesmas. Jangan khawatir jika petugas tracing datang untuk melacak kontak erat, dan jangan takut di-swab karena hal ini perlu dilakukan agar kasus positif ditangani dengan cepat sehingga tidak bertambah parah," sambungnya.



Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)