Jumat, 02 Jul 2021 11:15 WIB

Sudah Direstui BPOM RI, Ini Daftar Efek Samping Vaksin COVID-19 Moderna

Vidya Pinandhita - detikHealth
Menurut peneliti, vaksin buatan Modern Inc dikabarkan mampu untuk menangkal COVID-19 varian Delta. Foto: Getty Images
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin Moderna. Ditegaskan, tingkat keamanan dan efek samping vaksin ini secara umum tergolong dapat ditoleransi dengan baik.

"Berdasarkan hasil pengkajian BPOM bersama tim ahli komite penilai vaksin COVID-19 dan ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) menunjukan bahwa secara umum keamanan vaksin dapat ditoleransi dengan baik reaksi lokal maupun sistemik dengan tingkat keparahan grade 1 dan 2," terang Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/7/2021).

Ia menyebut bahwa berdasarkan pengkajian, kejadian yang paling sering muncul adalah sebagai berikut:

  • nyeri di tempat suntikan
  • kelelahan
  • sakit kepala
  • nyeri otot dan sendi.

"Kejadian ini umumnya didapatkan setelah penyuntikan kedua," lanjut Penny.

Ia menambahkan, profil keamanan penggunaan vaksin Moderna pada usia di bawah 65 tahun umumnya mirip dengan kelompok usia di atas 65 tahun. Peningkatan antibodi dan netralisasi menunjukan bahwa memang kelompok usia lansia lebih rendah dibandingkan dewasa.

"Untuk data efikasi berdasarkan data uji klinik fase 3 menunjukan adanya 94,1 persen pada usia 18-65 tahun dan 86,4 persen pada usia di atas 65 tahun," terang Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/7/2021).

Ia menjelaskan, tingkat efikasi serupa juga berlaku pada kelompok populasi dengan riwayat komorbid. Dengan begitu, vaksin ini aman digunakan pada kelompok populasi dengan penyakit paru kronis, jantung, obesitas berat, diabetes, penyakit liver (hati) dan HIV .

Baca juga:



Simak Video "Vaksin Moderna Diklaim Aman untuk Anak 6-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)