Sabtu, 03 Jul 2021 23:30 WIB

Gimana Cara Tahu Masker Ga 'Bocor'? Ini Kata dr Reisa

Jihaan Khoirunnisaa - detikHealth
pakai masker Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro menilai situasi darurat COVID-19 tidak dapat dihentikan oleh tindakan satu-dua orang. Namun oleh aksi kecil bersama dengan melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat.

Selain itu, keberanian masyarakat untuk segera melakukan tes saat demam, batuk, pilek atau kontak erat dengan kasus positif. Tidak ketinggalan jujur saat ditelusuri petugas pelacak kasus dan melaporkan diri ke puskesmas sehingga dapat mendorong keberhasilan pengendalian Virus Sars Cov-2 varian yang berbahaya ini dan PPKM Darurat dapat selesai.

"Satu tindakan kecil kita berarti ribuan, bahkan jutaan nyawa selamat dan kembali beraktivitas dengan sehat. Mari tunjukkan peran kita sebagai warga negara yang peduli untuk saling melindungi," ujar dr Reisa dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/7/2021).

Dia menyebut virus Corona paling mudah menular dalam beberapa keadaan, di antaranya yaitu di dalam ruangan tertutup, pertemuan panjang lebih 15 menit, serta interaksi jarak dekat dan keramaian. Begitu pula dengan aktivitas lainnya yang membuka risiko penyebaran percikan droplet, seperti bernyanyi, berbicara, tertawa, terutama pada saat tidak memakai masker.

"Maka penggunaan masker dengan benar dan konsisten adalah protokol kesehatan paling minimal yang perlu diterapkan semua orang saat ini, sekarang juga tanpa terkecuali," katanya.

Lebih lanjut dr. Reisa menjelaskan jenis masker yang lebih baik dalam memberikan proteksi, yakni masker bedah sekali pakai atau masker N95. Namun, akan lebih baik jika masker sekali pakai digunakan dobel supaya mengurangi risiko percikan droplet ke rongga mulut dan hidung.

"Pertama bersihkan tangan terlebih dahulu, gunakan masker bedah sebagai lapisan pertama. Pastikan kawat tipis yang terdapat di bagian atas masker bedah ditekan ke arah wajah sehingga bentuknya mengikuti bentuk hidung. Kemudian lapisi dengan masker kain yang terdiri dari 3 lapis kain," terangnya.

Ia mengingatkan untuk memakai masker kain dengan ukuran pas. Selanjutnya, pastikan karet masker kain dikaitkan dengan baik pada telinga atau diikat di bagian belakang kepala. Coba untuk menghembuskan napas dan cek apakah masih ada udara yang mengalir dari sisi atas dan samping masker.

"Bila masih ada, atur kembali posisi dan kekencangan masker," tuturnya.

Dalam memakai masker, lanjut dia, usahakan untuk bisa bernapas dengan nyaman dan tidak merasa pusing atau berkunang-kunang. Masyarakat juga diminta untuk rutin mengganti masker yang dipakai setiap 4 jam sekali dan hanya dibuka apabila tidak ada orang lain yang berjarak dua meter. Selain itu, penting untuk selalu cuci tangan sebelum dan sesudah membuka masker.

Menurutnya masker bedah harus dibuang setelah sekali pakai meski ditutupi masker kain. Sementara masker kain bisa digunakan kembali setelah dicuci sampai bersih.

Tidak hanya memakai masker, dr. Reisa menyebut tangan juga harus dibersihkan berulang, baik dengan sabun maupun hand sanitizer. Utamanya setelah menyentuh benda yang juga disentuh orang lain, seperti gagang pintu atau pegangan tangga.

"Dan ingat pakai hand sanitizer bukan asal basah atau asal semprot. Tetap lakukan enam langkah seperti mencuci tangan dengan air dan sabun. Pastikan merata ke semua bagian tangan dan jari-jari," tandasnya.

Dia juga mengatakan cuci tangan dengan sering, membunuh ribuan kuman yang ada di tangan. Bukan saja terlindungi dari COVID-19, melainkan juga bakteri virus lainnya. dr. Reisa juga mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah saja karena dinilai paling aman. Jika terpaksa harus meninggalkan rumah, maka upayakan menjaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain.

Kalaupun harus kontak dengan orang lain, perhatikan ventilasi udara, durasi, dan jarak interaksi untuk meminimalkan risiko penularan. Usahakan di ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang bagus.

"Jangan berlama-lama, to the point langsung ke inti interaksi atau percakapan dan selalu jaga jarak," tegasnya.

Sementara bagi yang harus berkantor, pastikan jadwal dan kategori industri dan pelayanan sesuai aturan pemerintah dalam masa PPKM Darurat, dan masuk secara bergantian. Adapun ruangan kantor harus selalu disemprot disinfektan serta diupayakan untuk memiliki ventilasi udara yang baik.

"Buka pintu dan jendela. Jika pintu atau jendela tidak dapat dibuka, maka air purifier dengan hepa filter dapat digunakan di dalam ruangan," pungkasnya.

(mul/up)