ADVERTISEMENT

Minggu, 04 Jul 2021 15:24 WIB

Terpopuler: Gejala COVID-19 Varian Baru, Demam Tak Lagi Mendominasi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Banyaknya varian baru Corona yang terus bermunculan dan disebut bisa memicu lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Salah satu yang paling dikhawatirkan adalah varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India.

Varian ini disebut lebih mudah menular dan memicu berbagai macam gejala baru yang berbeda dengan gejala umum COVID-19 sebelumnya. Jika dahulu demam merupakan gejala yang dominan, kini ada sedikit perbedaan.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Andi Khomeini Takdir, SpPD, juga menyebut bahwa varian Delta bisa memicu munculnya sejumlah gejala yang sedikit berbeda dengan varian-varian sebelumnya. Gejala tersebut cenderung mengalami perubahan.

"Varian Delta memunculkan gejala-gejala yang sedikit berbeda. Benar, di tahun lalu sampai awal tahun ini lebih identik dengan demam. Tapi sekarang ini lebih identik dengan sakit tenggorokan di awal (infeksi), kemudian hilang penciuman (atau) pembau. Kemampuan itu beberapa hari akan terganggu," jelas dr Andi dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/6/2021).

Salah satu gejala varian baru yang perlu diwaspadai adalah napas yang menjadi berat. Kondisi ini membuat si pasien membutuhkan tenaga ekstra untuk menarik napas.

"Nafas itu menjadi berat, maka itu salah satu parameter yang paling sederhana yang kita bisa (simpulkan) oh ini kayaknya perlu di-rontgen. Tapi terutama, perlu pertolongan dari tenaga kesehatan. Sebisa mungkin teman-teman yang isolasi mandiri jangan isolasi tanpa pengawasan," kata dr Andi.

Untuk itu, dr Andi membagikan cara yang efektif untuk bisa menghadapi varian baru Corona yang terus bermunculan ini. Salah satunya dengan menggunakan masker.

Menurutnya, masker adalah kunci utama untuk meminimalkan beban pelayanan kesehatan dan mencegah munculnya gejala varian baru, baik ringan, sedang, maupun berat.

"Varian apa pun yang kemudian nanti dirilis, kuncinya sebenarnya sederhana, masker. PR-nya kita sudah tahu, itu masker 2 lapis punya proteksi 90 persen which is lebih bagus, lebih tinggi daripada hanya 1 (lapis masker)," pungkasnya.



Simak Video "Bakteri Usus Membantu Melawan Gejala Covid-19 pada Anak-anak"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT