Senin, 05 Jul 2021 20:20 WIB

Deteksi Dini Penyakit Kronis Kini Tinggal Cek via Smartphone

Jihaan Khoirunnisaa - detikHealth
Peserta program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kini dapat melakukan skrining kesehatan secara online dengan mudah. Pasalnya, ada aplikasi Mobile JKN dan CHIKA dengan aplikasi TELEGRAM (@BPJSKes_bot) yang dapat mengetahui risiko penyakit. Foto: Dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kini dapat melakukan skrining kesehatan secara online dengan mudah. Pasalnya, ada aplikasi Mobile JKN dan CHIKA dengan aplikasi Telegram (@BPJSKes_bot) yang dapat mengetahui risiko penyakit.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Samarinda Desy Liana Siregar menilai skrining itu bertujuan mengetahui risiko kondisi kesehatan peserta. Dengan begitu dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat.

"Caranya cukup mudah, apabila menggunakan aplikasi Mobile JKN pilih fitur Skrining Kesehatan, kemudian diisi sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Dapat juga menggunakan CHIKA kemudian mulai chat," ujar Desy dalam keterangan tertulis, Senin (5/7/2021).

Menurutnya, terdapat beberapa risiko penyakit kronis yang bisa dideteksi dengan skrining riwayat kesehatan, mulai dari diabetes melitus (DM) tipe 2, hipertensi, gagal ginjal kronis, hingga jantung koroner.

Selanjutnya, hasil skrining pada aplikasi Mobile JKN akan terhubung langsung pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), serta datanya dapat digunakan oleh dokter untuk menganalisa kesehatan peserta sebagai upaya promotif dan preventif.

"Sebagaimana diketahui penyakit kronis merupakan penyakit yang banyak diderita oleh peserta, selain itu pengobatan penyakit kronis memerlukan pembiayaan yang cukup besar. Screening kesehatan sangat penting untuk mendeteksi risiko penyakit kronis sehingga dapat dilakukan pencegahan baik dengan mengubah pola hidup maupun tindakan lain yang diperlukan," jelasnya.

Desy juga mengajak seluruh peserta JKN-KIS untuk memanfaatkan fasilitas skrining riwayat kesehatan digital karena mudah sehingga bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja asalkan terhubung dengan internet.

"Saya mengajak kepada seluruh peserta JKN-KIS agar dapat melakukan skrining kesehatan untuk mengetahui seberapa besar risiko kesehatan sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan. Selain itu cara pengisian screening kesehatan sangat mudah," paparnya.

Desy menambahkan apabila hasilnya adalah risiko rendah maka peserta JKN-KIS akan diingatkan untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari. Namun jika hasilnya adalah risiko sedang atau tinggi maka peserta akan diimbau untuk berkonsultasi dan memeriksakan diri lebih lanjut ke FKTP.

Salah satu peserta JKN yang telah mencoba layanan skrining kesehatan di aplikasi JKN, yaitu Agus Supriyadi (31). Dia mengaku sangat terbantu dengan aplikasi ini, karena dapat mengetahui risiko penyakit dengan mudah.

"Menurut saya aplikasi Mobile JKN sangat membantu untuk screening kesehatan, yang mana screening ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui seberapa besar risiko kita terhadap penyakit tertentu, jadi kalau kita tahu lebih awal maka akan lebih mudah penanganannya," ujar Agus

Ia pun mengajak peserta JKN lainnya untuk ikut melaksanakan skrining kesehatan baik melalui aplikasi Mobile JKN maupun CHIKA, karena cukup mengisi pertanyaan yang ada sesuai dengan kondisi sebenarnya.

"Screening ini salah satu program dari BPJS Kesehatan yang sangat baik dalam upaya pencegahan penyakit, sayang aja kalau nggak dimanfaatkan oleh seluruh peserta, oleh sebab itu saya ajak kepada seluruh peserta untuk melaksanakan screening ini karena mudah dan bermanfaat," pungkasnya.

(akd/up)