Selasa, 06 Jul 2021 11:30 WIB

Punya Penyakit Asma Boleh Vaksin COVID-19? Begini Penjelasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Antusiasme warga untuk mendapatkan vaksin COVID-19 di Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Jawa Barat, terpantau sangat tinggi. Beginilah potret saat dari proses antre hingga vaksinasi. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Sebelum mendapatkan vaksinasi COVID-19, tentunya terdapat syarat yang harus diperhatikan terutama bagi pemilik penyakit penyerta. Lalu, apakah calon penerima yang punya penyakit asma boleh vaksin COVID-19?

Menanggapi hal ini, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, mengatakan bahwa para penderita asma boleh mendapatkan vaksin COVID-19. Tapi, tentunya dengan syarat yang harus diperhatikan.

Jika calon penerima vaksin menderita penyakit asma, perlu dipastikan kondisinya dalam keadaan baik. Selain itu, gejala penyakit muncul kurang dari dua kali dalam satu minggu.

"Penderita asma yang terkontrol baik - gejala kurang dari dua kali per minggu, tidak terbangun malam hari, tanpa keterbatasan aktivitas, dan tak butuh pelega lebih dari dua kali per minggu - boleh divaksinasi," demikian keterangan dr Agus dalam akun Instagram resmi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sebelumnya, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) juga telah memberikan rekomendasi terkait pemberian vaksin Sinovac. Terutama untuk menentukan apakah orang yang punya penyakit asma boleh vaksin COVID-19 atau tidak.

Dalam keterangan PAPDI, orang dengan asma bronkial yang terkontrol boleh menerima vaksin COVID-19. Namun, jika orang tersebut dalam keadaan asma akut, disarankan untuk menunda vaksinasi sampai kondisinya terkontrol dengan baik.

Jika anak-anak yang punya penyakit asma boleh vaksin COVID-19 atau tidak?

Menurut dokter spesialis anak dari RSUP Sanglah Denpasar, Dr dr Ni Putu Siadi Purniti, SpA(K), persyaratan anak yang boleh divaksinasi tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Sebelum divaksin, orang tua harus memastikan si anak dalam keadaan sehat.

"Siapa anak yang bisa diberikan vaksinasi, itu memang harus sehat. Dia tidak sedang menderita sakit dalam keadaan akut, misalnya demam, batuk, pilek," kata dr Siadi dalam siaran Radio Kesehatan Kemenkes RI, Senin (5/7/2021).

Jika si anak memiliki penyakit komorbid atau penyerta, seperti TBC, kencing manis, penyakit darah, atau jantung, sebaiknya orang tua berkonsultasi dulu ke dokter yang merawatnya. Dengan begitu, dokter akan mempertimbangkan apakah kondisi si anak termasuk yang punya penyakit asma boleh vaksin COVID-19 atau tidak.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)