Kamis, 08 Jul 2021 14:00 WIB

Indonesia Ingin Cepat 'Bebas' COVID-19? Ini Saran Eks Petinggi WHO

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pemerintah juga menyatakan ada 1.040 pasien Corona yang meninggal dunia hari ini. Jumlah pasien COVID-19 di Indonesia yang meninggal dunia sebanyak 62.908 orang. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Tak sedikit negara yang mencabut aturan wajib masker seperti Amerika Serikat, Italia, hingga Spanyol. Kehidupan tampak kembali normal, tetapi beberapa pembatasan dan protokol kesehatan saat berada di kerumunan tetap diwajibkan terlebih di tengah kemunculan varian baru Corona.

Fenomena negara-negara bebas masker jauh berbeda dengan kondisi COVID-19 Indonesia yang tengah mengalami rekor lonjakan kasus COVID-19 sepekan belakangan.

Per Rabu (7/7/2021) tercatat sebanyak 34.379 kasus baru COVID-19. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pemicu ledakan kasus COVID-19 di Jawa ialah varian Delta yang mulai mendominasi.

Bagaimana Indonesia bisa segera 'bebas' dari COVID-19?

Prof Tjandra Yoga Aditama, Eks Direktur WHO Asia Tenggara tidak bisa memastikan apakah pandemi COVID-19 akan berakhir, atau berpotensi menjadi endemik. Menurutnya, yang bisa dilakukan Indonesia saat ini hanya fokus menekan kasus penularan COVID-19 sebanyak-banyaknya.

"Jadi menurut saya ada dua, nomor satu kita kejar habis-habisan, menekan penularan dari masyarakat, lalu meningkatkan vaksinasi," jelas Prof Tjandra dalam diskusi penanganan COVID-19 di Indonesia, Kamis (8/7/2021).

"Kalau itu bisa dilakukan maka tentu kemungkinan sakit menjadi jauh lebih kecil dan kita bisa lebih bebas, katakanlah melihat seperti piala Eropa dan lain sebagainya," sambungnya.

Jika penularan COVID-19 berhasil ditekan ke titik terendah, tentu saja kondisi di Indonesia jauh lebih bebas. Namun, sulit untuk memastikan apakah COVID-19 akan benar-benar hilang.

Beberapa pakar masih memperdebatkan bagaimana karakteristik virus COVID-19 ke depan di tengah kemunculan sejumlah mutasi baru.

"Andai saja kita turunkan habis-habisan penularan di masyarakat dan kita menaikkan semaksimal mungkin divaksinasi, tapi kalau yang kedua, harus jujur kita masih berhadapan dengan masih banyak ketidakpastian tentang COVID-19.

"Mungkin banyak ahli yang mengatakan akan hilang sekian bulan, sekian tahun, tapi saya kira masih banyak faktor yang perlu dipertimbangkan bahwa pandemi ini dengan benar akan hilang atau tidak hilang, kapan, tapi kalau kita bisa menurunkan habis-habisan dan menaikkan vaksinasi di masyarakat maka itu jelas manfaat untuk kita semua," pesannya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)