Kamis, 08 Jul 2021 14:45 WIB

Singapura Bakal Jadi Negara Pertama yang Tak Lagi Catat Kasus Harian COVID-19?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Singapura umumkan penerapan pembatasan ketat akan mulai berlaku pada Minggu (16/5) mendatang. Warga pun ramai-ramai berbelanja kebutuhan pokok jelang lokcdown. Foto: Getty Images/Ore Huiying
Jakarta -

Singapura disebut bisa menjadi salah satu negara pertama yang berhenti mencatat jumlah kasus COVID-19 harian. Hal ini menjadi salah satu upaya mereka kembali ke kondisi normal, hidup berdampingan dengan COVID-19, menganggap seperti virus influenza biasa.

Dikutip dari The Sun, negara Asia Tenggara tersebut hanya mencatat 36 kasus kematian COVID-19 sejak awal pandemi usai sebelumnya menerapkan pembatasan ketat. Singapura yang memiliki populasi 5,7 juta, telah mencatat lebih dari 60 ribu kasus COVID-19 hingga saat ini.

Tak lagi mencatat kasus COVID-19 harian, Singapura berharap warga bisa menjalani hidup normal baru, dengan tetap mengikuti vaksinasi massal.

"Alih-alih memantau jumlah infeksi COVID-19 setiap hari, kami akan fokus pada hasilnya," tulis Menteri Perdagangan Singapura Gan Kim Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung, dalam opininya di Straits Times.

"Berapa banyak yang sakit parah, berapa yang di ICU, berapa yang perlu diintubasi oksigen, dan sebagainya. Ini seperti bagaimana kita sekarang memantau influenza. Kita tidak dapat memberantasnya, tetapi kita dapat mengubah pandemi menjadi sesuatu yang tidak terlalu mengancam, seperti influenza, atau cacar air, dan melanjutkan hidup kita."

Para pejabat di Singapura menemukan efektivitas vaksinasi dosis lengkap cukup tinggi melawan varian baru Corona termasuk varian Delta.

"Vaksin sangat efektif dalam mengurangi risiko infeksi sekaligus penularan. Bahkan jika Anda terinfeksi, vaksin akan membantu mencegah gejala COVID-19 parah. Kabar buruknya adalah COVID-19 mungkin tidak akan pernah hilang," beber para pejabat setempat.

Testing dan tracing masih akan dilakukan

Singapura masih akan terus melakukan testing dan tracing, khususnya bagi mereka yang mengadakan acara sosial skala besar, atau baru saja kembali dari luar negeri untuk segera mengkarantina kontak dekat dari kasus positif COVID-19.

Warga Singapura juga nantinya diimbau untuk bertanggung jawab segera melapor jika ada keluhan gejala COVID-19 dan sebisa mungkin menjauhi kerumunan.

"Dengan vaksinasi, tes, pengobatan dan tanggung jawab sosial, bisa berarti dalam waktu dekat, ketika seseorang terkena COVID-19, respons kita sangat berbeda dari sekarang," kata para menteri, dikutip dari CNN.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)