Virus Corona yang tak kunjung usai terus bermutasi memunculkan beragam varian baru seperti Alpha, Beta, Delta dan Kappa. Varian virus Corona ini diyakini lebih menular dan menimbulkan gejala berat pada pengidapnya.
Menurut Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dr Gunadi, PhD, SpBA, kemunculan Variant of Interest dan Variant of Concern (VoC) COVID-19 tersebut dipengaruhi perilaku manusia sebagai inangnya.
"Pelanggaran prokes, tidak divaksinasi, interaksi sosial yang sangat masif merupakan sarana kemunculan varian baru," ujarnya dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Jumat (9/7/2021).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan berdasarkan genome sequencing, varian Delta saat ini menguasai 17,7% varian yang bertransmisi di Indonesia. Sedangkan varian Alpha dan Beta hanya di bawah 2%.
"Jadi jelas eskalasi kasus COVID-19 di Indonesia dipicu oleh varian Delta," imbuhnya.
Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama, MKM menambahkan saat ini kasus COVID-19 di DKI Jakarta ibarat fenomena gunung es.
"Berdasarkan Infection Fatality Rate yang mencapai 0,5-1%, kemungkinan ada 1,1 hingga 2,3 juta orang telah terpapar COVID-19 di DKI Jakarta," jelasnya.
Dia pun menyoroti varian Delta yang cepat menular dan menyebabkan angka rawat inap di rumah sakit yang tinggi. Ngabila mengakui di DKI Jakarta angka positif naik dua kali lipat.
"Berdasarkan pengujian genome sequencing sekitar 3.000 sampel di DKI Jakarta, 11% di antaranya Variant of Concern, termasuk dalam hal ini varian Delta," tuturnya.
Cara Mencegah Varian Baru
Adapun cara melawan varian baru seperti delta ini bisa dilakukan dengan melakukan vaksinasi COVID-19. Pasalnya, riset terbaru yang dilakukan di Inggris menunjukkan efikasi vaksin dapat mencegah timbulnya gejala, dan mencegah rawat inap di RS hingga lebih 90%.
Oleh karena itu, Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, dr Siti Nadia mengungkapkan meski di tengah PPKM Darurat, Kemenkes mengimbau masyarakat tetap mendatangi sentra vaksinasi bagi yang sudah mendapatkan undangan atau melakukan pendaftaran online.
"Selama PPKM Darurat, fasyankes atau sentra vaksinasi tetap buka dan layani vaksinasi. Kunci utama saat datangi pos vaksinasi adalah protokol kesehatan (prokes) yang ketat, hindari kerumunan. usai vaksinasi sebaiknya masyarakat langsung pulang ke rumah," pesan dr. Nadia.
Sejauh ini Indonesia telah berhasil memvaksinasi 32,3 juta dosis pertama dan 14 juta dosis kedua, dari target sasaran vaksinasi nasional 181,5 juta orang untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).
"Vaksinasi efektif melawan varian virus COVID-19 yang bermutasi. Vaksinasi termasuk ikhtiar mencegah tertular Varian of Concern. Tidak perlu pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin yang disetujui di Indonesia aman, halal dan berkualitas," pungkas dr. Nadia.
(akn/ega)











































