Minggu, 11 Jul 2021 06:43 WIB

Round Up

Ontran-ontran dr Lois, Dipanggil IDI Gara-gara Menyangkal COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta, Minggu (4/7/2021). Jumlah kematian akibat COVID-19 per hari Minggu (4/7/2021) mencapai 555 kasus, yang menjadi rekor tertinggi sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia diumumkan Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww. Klaim kontroversial dr Lois menyebut kematian pasien COVID-19 terjadi karena interaksi obat (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta -

Sosok dr Lois mendadak jadi perbincangan gara-gara menyangkal COVID-19 di sebuah tayangan televisi. Ia kini dipanggil Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) untuk dimintai klarifikasi.

"Yang bersangkutan akan dipanggil MKEK untuk diminta klarifikasi," kata Ketua Umum PB IDI dr Daeng M Faqih saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (9/7/2021).

Dalam sebuah kutipan acara televisi yang viral di media sosial, seorang wanita yang disapa dr Lois atau dokter Lois mengungkap beberapa pernyataan kontroversial. Salah satunya bahwa kasus-kasus kematian yang selama ini disebut karena COVID-19 pada dasarnya adalah efek interaksi obat.

Kontroversi lain yang diungkapnya dalam tayangan tersebut adalah bahwa seseorang tidak akan pernah positif COVID-19 jika tidak dites dengan swab. Intinya, tes yang ada saat ini dinilainya tidak terpercaya.

"Ibu sebagai dokter. percaya nggak ada Corona?" tanya Hotman Paris yang memandu acara tersebut.

"Nggak, nggak percaya Pak," jawab dokter Lois.

Penggalan video tersebut juga mengungkap perseteruan dr Lois dengan influencer sekaligus dokter dan juga pengusaha cuci sepatu Tirta Mandira Hudhi alias dr Tirta. Rupanya dr Lois dan dr Tirta sebelumnya sudah lebih dulu 'ribut' soal COVID-19.



Simak Video "IDI Tegaskan dr Lois Sudah Tak Tercatat Lagi Sebagai Anggotanya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)