Minggu, 11 Jul 2021 08:30 WIB

Pengalaman Donor Plasma Konvalesen COVID-19, Ternyata Tak Semudah yang Dikira

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Permintaan plasma konvalesen meningkat seiring dengan melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia. Meningkatnya permintaan plasma ini terjadi di PMI Tangsel. Permintaan plasma konvalesen meningkat. (Foto: Andhika Prasetia/Detikcom)
Jakarta -

Terapi plasma konvalesen atau plasma darah banyak diberikan pada pasien Corona untuk mengurangi gejala COVID-19 yang dideritanya. Penyintas COVID-19 bisa memberikan plasma darahnya kepada pasien yang membutuhkan.

Akhir-akhir ini di media sosial banyak keluarga pasien Corona yang mencari donor plasma konvalesen, namun ternyata proses donor pun tak semudah yang diperkirakan.

Seorang penyintas COVID-19, Jennit, 26, menceritakan pengalamannya yang kurang menyenangkan saat akan donor plasma konvalesen. Ia menyayangkan persyaratan administrasi yang simpang siur membuat para pendonor kesulitan membantu pasien COVID-19.

"Ngelihat ada info yang butuh donor, dan karena aku ngerasa memenuhi syarat, ku kontak lah," kata Jen saat diwawancarai detikcom, Sabtu (10/7/2021).

Setelah menghubungi calon penerima donor, ia pun menanyakan syarat-syarat yang dibutuhkan. Oleh calon penerima, syarat yang diajukan adalah surat keterangan positif COVID-19 dan keterangan negatif antigen/PCR.

Jen saat itu belum memiliki surat keterangan negatif antigen/PCR, hanya keterangan selesai masa isolasi mandiri dari dokter. Ia kemudian bertanya pada pihak PMI, apakah bisa tes COVID-19 di hari itu juga, dan diperbolehkan oleh petugas untuk memenuhi syarat sebagai donor.

Setelah hasil tes antigen keluar, Jen kembali ke PMI yang sayangnya ia ditolak mendonorkan plasma darahnya karena ternyata hasil negatif yang harus dilampirkan adalah +-14 hari sebelumnya.

"Akhirnya banyak yang nggak bisa karena nggak ada administratifnya. Pas aku lihat syaratnya soalnya nggak ada tertulis keterangan antigen/PCR, di awal juga nggak diinfokan," beber Jen.

Menurut informasi yang didengarnya, Jen menyebut setidaknya ada 700 daftar tunggu bagi pasien COVID-19 yang ingin mendapatkan plasma konvalesen.

Palang Merah Indonesia sendiri memberikan beberapa syarat yang perlu diperhatikan sebelum donor plasma, yakni:

  • Pernah terkonfirmasi positif COVID-19 melalui hasil swab RT-PCR dan/atau swab antigen.
  • Mendapat surat keterangan sehat atau sembuh dari dokter atau rumah sakit setempat.
  • Telah bebas gejala COVID-19 (demam, batuk, sesak napas, diare) sekurang-kurangnya 14 hari.
  • Usia 18-60 tahun
  • Laki-laki, perempuan yang belum pernah hamil
  • Berat badan minimal 55 kilogram
  • Tidak memiliki penyakit penyerta yang bersifat kronis, seperti gagal ginjal, jantung, kanker, kencing manis, diabetes, darah tinggi tidak terkontrol.

Tahapan selanjutnya, calon donor plasma harus melakukan screening lanjutan di Palang Merah Indonesia (PMI) atau rumah sakit yang memiliki fasilitas donor plasma konvalesen. Ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan plasma darah yang sesuai dengan kebutuhan, jika cocok penyintas bisa mendonorkan plasma darahnya.



Simak Video "Permintaan Meningkat, Lihat Lagi Syarat Pendonor Plasma Konvalesen"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)